Jamuan makan malam di ruang utama mansion Maheswara berlangsung dengan keheningan yang mencekam, meskipun denting sendok dan garpu terdengar beradu dengan piring porselen mewah. Di kepala meja, Javendra duduk memotong steak miliknya dengan gerakan yang sangat tenang. Di sisi kanannya, Claudia duduk tegak, mencoba menelan makanannya dengan susah payah. "Bagaimana rasa hidangannya, Claudia? Sesuai seleramu?" tanya Javendra tiba-tiba, memecah kesunyian. Claudia tersentak kecil, lalu buru-buru meletakkan garpunya. "Ah, iya, Javen. Ini sangat enak. Koki mansion ini selalu tahu cara memanjakan lidahku." "Kudengar selama di luar negeri kamu sering melewatkan makan," sahut Javendra sambil menyapukan pandangan ke arah Miranda yang duduk di seberang Claudia. "Nyonya Miranda, apa putri Anda sesibuk itu sampai tidak punya waktu untuk merawat diri?" Miranda memaksakan sebuah senyuman, membetulkan posisi duduknya yang mendadak tidak nyaman. "Namanya juga anak muda, Javen. Banyak sekali kegiatan
Read more