Javendra berdiri di dekat jendela besar kamar rawat Sasa, menatap ke luar sementara tangan kirinya memegang ponsel di telinga. Setelah beberapa nada sambung, suara Miranda terdengar di seberang sana, sengaja dibuat terdengar cemas dan lelah. "Halo, Javendra. Aduh, untung kamu telepon. Claudia dari kemarin rewel terus, dia kangen banget sama kamu. Kondisinya masih lemas sekali setelah kelelahan belanja kemarin," ucap Miranda dengan nada mendramatisir. Javendra mengulas senyum tipis yang sarat akan ejekan, meski suaranya yang keluar terdengar begitu tenang dan penuh perhatian. "Begitu ya, nyonya? Maaf sekali saya belum bisa menyusul ke sana. Urusan perusahaan benar-benar tidak bisa ditinggal minggu ini." "Yah, sayang sekali. Claudia pasti sedih banget kalau diberi tahu ini." "Maka dari itu, nyonya," potong Javendra, nadanya tetap santun namun tegas. "Saya rasa lebih baik Claudia segera pulang. Perawatan di sini jauh lebih maksimal, dan saya juga bisa memantau kondisinya dari deka
Read more