Pagi hari di mansion Maheswara terasa jauh lebih tenang. Kepergian Bi Surti dan Juwita yang kini diperkarakan ke pihak berwajib membuat atmosfer rumah tidak lagi mencekam. Sasa berjalan menyusuri koridor lantai bawah sambil membawa tumpukan linen bersih. "Sasa, mau aku bantu bawa sebagian?" Rani, pelayan baru yang ramah, menghampiri dengan senyuman. Sasa membalas senyuman itu. "Tidak apa-apa, Rani. Ini tinggal sedikit kok." Rani menatap Sasa dengan cemas. "Kamu kelihatan agak pucat hari ini, Sa. Apa masih kurang sehat setelah kejadian kemarin?" "Hanya sedikit lelah saja, Rani. Sekarang sudah jauh lebih baik," jawab Sasa berusaha bersikap senatural mungkin. "Kalau butuh bantuan, langsung panggil aku ya. Aku ke dapur dulu untuk menyiapkan teh," ucap Rani sebelum berpamitan. "Iya, Rani. Terima kasih." Sasa melangkah masuk ke dalam area dapur utama untuk meletakkan linen kotor ke wadah pencucian. Suasana di tempat ini sudah jauh berubah. Tidak ada lagi sindiran tajam dari Bi
Read more