Perjalanan dari rumah sakit kembali ke mansion Maheswara berlangsung dalam keheningan yang mencekam. Di dalam mobil mewah yang melaju membelah jalanan kota, Javendra hanya menatap lurus ke depan dengan rahang yang mengeras. Di sampingnya, Bram fokus mengemudi sambil sesekali melirik tablet yang menampilkan seluruh data pelanggaran para pelayan dapur. Begitu mobil berhenti di lobi utama mansion, Javendra langsung turun tanpa menunggu dibukakan pintu. Langkah kakinya terdengar tegas dan berat, menggema di sepanjang koridor luas rumah megah itu. "Bram, kumpulkan semua pelayan di aula belakang sekarang juga," perintah Javendra tanpa menoleh, suaranya dingin menuntut kepatuhan. "Baik, Tuan Muda," jawab Bram cepat. Dalam hitungan menit, suasana di aula belakang mansion mendadak tegang. Puluhan pelayan, mulai dari staf kebersihan, pengawal, hingga pekerja dapur, berbaris dengan wajah cemas. Di barisan paling depan, Bi Surti dan Juwita berdiri dengan menyilangkan tangan. Awalnya mer
Read more