Di bangsal, Vio berdiri di samping ranjang pasien sambil pegang map rekam medis. Suaranya tenang, jelas, profesional. Mode dokter aktif.“Jadi ibu mengalami Abruption plasenta, atau plasenta lepas sebagian dari dinding rahim sebelum waktunya. Itu yang membuat perdarahan kemarin.”Anak koas di sebelahnya langsung mencatat cepat.Vio lanjut, menunjuk hasil USG. “Kita observasi ketat. Kalau perdarahan bertambah atau kondisi janin turun, kita harus ambil tindakan lebih cepat. Fokus kita sekarang stabilisasi ibu dan pantau janin.”Pasien mengangguk pelan. Koas manggut-manggut seperti baru tercerahkan hidupnya.Di belakang, pintu bangsal kebuka. Adriel masuk.Dia berhenti beberapa langkah dari Vio, memperhatikan cara Vio menjelaskan pada pasien. Senyum kecil muncul—refleks, bangga.Vio melirik sekilas. Lalu buang muka, membuat senyum Adriel pelan-pelan hilang.Tiba-tiba pasien di bed sebelah memanggil. “Dok, kalau kontraksi palsu sama kontraksi bener bedanya apa ya?”Vio
Read more