"Hah! Apa?" Semuanya sudah pasti terkejut. Baik Karin, Tomi, dan para karyawan tampak melototkan matanya mendengar kata Julian yang lantang mengatakan bahwa dirinya adalah Juki. "Enggak, nggak, itu nggak mungkin! Kamu Juki? Tapi muka kalian nggak sama. Nggak usah belain perempuan ini deh, ya! Ngaku aja di mana Juki?" sahut Karin yang masih tak percaya dengan pengakuan Julian. Julian mendekati wanita itu dengan tatapan matanya yang tajam. Karin nampak sedikit panik karena ia tahu bahwa Julian adalah orang yang sangat berpengaruh. "Tahu apa kamu tentang aku dan Juki?" tanyanya dengan nada mengintimidasi. "Emm, emmm, ya kalian beda orang. Dari muka saja udah jauh banget. Siapa yang nggak kenal Anda, Pak Julian. Anda pebisnis yang hebat. Sedangkan Juki, dia cuma tukang sate keliling yang miskin!" jawab Karin dengan tergagap. "Lalu, apa yang kamu pikirkan tentang bajuku ini? Apa seorang Juliansyah memakai pakaian tukang sate? Harusnya Julian memakai jas mewah dan wangi. Tapi aku tida
Baca selengkapnya