Daniel terkesiap, hampir saja ia bicara ngelantur. Tuan Andi dibuat bingung dengan jawaban putranya, atau mungkin memang benar anaknya sudah punya calon istri. "Maksudku bukan seperti itu, Pa!" sahut Daniel salah tingkah. "Ohhh, jadi kamu sudah punya calon istri, begitu? Kenapa kamu ngga bilang sama kami, tahu gitu Papa dan Mama ikut menyambut kedatangannya. bBukan begitu, Ma?" kata Tuan Andi sambil menoleh ke arah Nyonya Ratih. Meskipun wanita itu sedang sakit, tentunya ia akan ikut senang jika Daniel sudah memutuskan untuk beristri. Pasalnya pria itu masih gemar bersenang-senang dengan berpacaran dengan banyak wanita. "Papa benar, harusnya kamu ngomong siapa wanita itu, pasti pilihanmu sudah pasti berbobot, tidak seperti pilihan adikmu. Mama nggak suka!" sahut Nyonya Ratih yang sepertinya wanita itu masih belum menerima Nadine sebagai menantunya. Tuan Andi menghela napas mendengar ucapan istrinya. Tidak seharusnya sang istri bicara seperti itu karena Julian sudah mendapatkan k
Baca selengkapnya