Julian menoleh dan memandang wajah istrinya."Kenapa kamu tanyakan lagi? Apa jawabanku masih kurang jelas?" tanya Julian dengan tatapan matanya yang serius dan Nadine menunduk."Entahlah, aku merasa sangat tidak pantas mendapatkan laki-laki yang baik sepertimu. Kamu berhak bahagia bersama wanita yang lebih...!" Belum sampai Nadine melanjutkan kata-katanya. Julian langsung memotong pembicaraan sang istri."Hei, ssssttt! Aku tidak mau mendengar kata-kata itu lagi, faham! Kamu akan tetap menjadi istriku dan tidak akan ada wanita lain yang bisa menggantikan dirimu, tidak ada!" ucap Julian."Tapi, Mas!""Hei stop! Jangan bicara lagi, atau aku cium kamu!" ancam Julian seraya mendekatkan wajahnya ke wajah sang istri. Sepertinya pria itu memang sedang ingin mencium sang istri. Nadine spontan mendorong pipi Julian sambil memalingkan wajahnya."Ihhh, jangan, Mas! Aku belum cuci muka!" sahut Nadine sambil menggelengkan kepalanya. Tapi Julian terus memaksa untuk mencium bibir wanita itu."Nggak a
Read more