"Emphh..."Vania mendesah tertahan, matanya terpejam erat menikmati setiap jengkal sentuhan Bumi yang membakar kulitnya di tengah kegelapan malam. Desahan itu lolos begitu saja, bercampur dengan isakan napas yang memburu saat suhu tubuh mereka melebur menjadi satu."Tahan suara kamu, Sayang..." bisik Bumi dengan nada berat, serak, dan teramat menggairahkan tepat di daun telinga Vania. Napas panas pria itu menghujani lehernya yang basah oleh peluh. "Jangan sampai ada yang dengar suara decitan basah dan rintihan kenikmatan kamu, di bawahku malam ini..."Bumi melepaskan ikatan sarungnya. Dengan gerakan perlahan, menggoda, dan sarat akan dominasi penuh, ia memposisikan kejantanannya yang sudah mengeras sempurna dan berdenyut nyeri di bibir kewanitaan Vania. Menggesekkannya secara halus di sana, membuat dinding intim Vania merespons liar, mengeluarkan cairan madu yang semakin melumasi poros mereka. "Emhhh... Bumiii. Masukin...."Vania melengkungkan punggungnya, meremas kuat otot bahu tega
Baca selengkapnya