Ruangan kerja CEO terasa begitu sunyi sore itu. Dari balik meja besarnya, Reyhan menatap layar komputer yang menampilkan pembaruan sistem administrasi lantai lima. Pikirannya sama sekali tidak tertuju pada angka-angka kuartal, melainkan pada Malikha. Laporan dari Hendra mengenai insiden di depan meja Laras tadi siang membuat dada Reyhan bergemuruh hebat. Ego prianya berontak, mendesak untuk segera turun tangan dan membungkam mulut-mulut yang merendahkan istrinya.Reyhan tahu, dia memiliki kuasa mutlak untuk memotong masalah ini dalam hitungan menit. Dia bisa memanggil Laras ke ruangannya, menjatuhkan sanksi mutasi, atau menggunakan kewenangannya untuk membersihkan nama Malikha secara paksa. Namun, ingatan akan kalimat tegas Malikha semalam menahan langkahnya. Jika dia melakukannya sekarang, rahasia pernikahan mereka terancam terbuka sebelum waktunya, posisi Malikha sebagai karyawan biasa akan semakin terisolasi, dan harga diri sang istri yang mandiri aka
Terakhir Diperbarui : 2026-06-15 Baca selengkapnya