"Kalau gitu nurut sama saya, Nyonya!" Bayu sedikit menaikkan nada suaranya, sedang nyonya Selin tentu saja langsung mengangguk. "Aku kan sudah nurut sama kamu dari tadi, Bayu...." "Sekarang nyonya hadap ke belakang," sahut Bayu tanpa memedulikan ekspresi memelas Nyonya Selin, dan sebelum nyonya Selin melakukan apa yang diperintahkan, Bayu sudah membalik tubuh dan nyonya dan meniduri nyonya Selin dalam posisi doggy style selama hampir dua puluh menit tanpa henti. "Bayu, aduhh, ahhhh!" Nyonya Selin orgasme lagi untuk kedua kalinya, tubuhnya berkontraksi di sekitar kejantanan Bayu, tapi Bayu tak berhenti. Ia malah mempercepat, menampar bokong nyonya Selin keras setiap kali dorongan. "Bayu, Bayu!!" "Terus panggil nama saya dengan wajah mesummu ini, Nyonya. nyonya sekarang tahu kan, yang bisa memuaskan nyonya itu saya, anjing kampung yang nyonya hina!" Nyonya Selin menatap Bayu dengan air mata berlinang dan menjawab, "Bayu, aku ngga menghina kamu, aku.. Ahh!" Belum selesai nyon
Read more