Mereka kembali ke ruang tengah. Nyonya Selin sudah curiga melihat keduanya keluar bareng dari dapur. “Apa yang kalian lakukan di dalam lama sekali?” Dinda tertawa ringan, rambutnya sedikit acak-acakan. “Cuma ngobrol biasa, Kak. Bayu minta saran soal kerjaan," jawab Dinda, sengaja menyisir rambutnya untuk menarik perhatian nyonya Selin. Meski tak terjadi apapun antara dirinya dengan Bayu, entah kenapa Dinda terus merasa ingin menunjukkan pada kakaknya, bahwa ada apa apa antara mereka. Dan benar juga, mata nyonya Selin langsung menyipit saat melihat rambut acak-acakan Dinda, " Itu habis ngapain sampe gitu? Kamu sama Bayu nggak aneh aneh, kan?" tanyanya penuh selidik. "Nggak ih! ngapain aku sama dia, Kak! Aku nggak level ya sama supir! ya kan, Bay!" Dinda meninggikan suaranya, merasa kesal karena Bayu benar benar bertembok besi, sehingga ingin sedikit menghancurkan harga diri sang sopir. Bayu hanya diam, lalu mengangguk pelan. Sedangkan Nyonya Selin melirik Bayu tajam, tapi beru
Baca selengkapnya