Shania menghentikan langkahnya, lalu berbalik badan.Velen berjalan mendekat dengan sunggingan senyum kemenangan di wajahnya, "Kenapa kamu nggak ikutan teriak? Apa karena kamu nggak punya masa depan yang bisa diharapkan, ya?"Shania tidak ingin memedulikannya. Tapi, baru saja dia berniat berbalik, Velen kembali berucap, "Jangan harap kamu bisa narik perhatian Yuga dengan bersikap sok asing kayak gini. Shania, di antara kalian itu ada utang nyawa, nyawa ibu Yuga! Sebesar apa pun dia pernah mencintaimu dulu, sekarang semua itu udah nggak mungkin lagi! Terlebih lagi sekarang di dalam hatinya cuma ada aku! Aku saranin kamu berhenti masang muka melas sok suci kayak gitu, lihatnya aja bikin najis!"Shania memejamkan matanya dengan letih, lalu menyahut lirih, "Aku tahu. Kamu tenang aja, aku nggak bakal ganggu dia lagi ...."Usai berkata demikian, dia berbalik untuk pergi. Tapi, Velen mendadak membentak dengan lantang, "Kamu berhenti!"Bersamaan dengan itu, Velen berniat maju untuk menarik tub
Read more