"Mas, kamu ngomong apa, sih? Aku nggak peduli dia cinta atau enggak, tapi yang pasti, dia peduli padaku, nggak kayak kamu yang cuma menjadikan aku alat!" bantah Naya dengan dada naik turun, suaranya bergetar menahan amarah dan tangis. "Hah, Naya, Naya! Jangan membuatku tertawa sampai mati!" bentak Dewa. Dengan satu gerakan kasar, ia menepis lampu tidur kristal di atas nakas hingga jatuh berdebam dan hancur berkeping-keping di lantai. Prang!! Naya memekik ngeri, tubuhnya menyusut ke sudut ranjang. "Kamu pikir laki-laki seperti Rekha benar-benar menginginkan wanita sepertimu?! Sadar diri, Naya! Rekha itu pria sempurna! Dia CEO termuda, dia tampan, tubuhnya atletis, dan bahunya sangat lebar! Dia punya rahang tegas dan wibawa dominan yang membuat ribuan wanita berkelas rela merangkak bersujud di bawah kakinya!" Dewa menunjuk wajah Naya dengan telunjuknya yang gemetar karena amarah dan kepuasan sadis yang mulai merayapi hatinya. "Mas Rekha nggak pernah melihatku dengan cara sep
Last Updated : 2026-07-21 Read more