Dewa maju, mencengkeram rahang Naya tanpa ampun. "Kamu harus mau melakukannya, kamu tadi sudah sepakat sama aku, Naya! Sekarang buka bajumu, goda dia, dan pastikan benihnya masuk ke rahimmu! Kalau sampai kamu gagal, atau berani kabur, detik itu juga aku akan menelepon rumah sakit untuk mencabut ventilator ayahmu!"Naya menatap suaminya dengan tatapan nanar, menggeleng sambil menangis tersedu-sedu."Mas, kamu ... iblis, mas Dewa! Iblis!""Semoga malammu menyenangkan, Istriku sayang." Dewa tak peduli dengan umpatan istrinya dan melepaskan cengkeramannya dengan kasar, membalikkan badan, dan melangkah keluar.Blam! Klik.Suara kunci diputar dari luar membuat darah Naya seakan berhenti mengalir."Mas Dewa! Buka pintunya! Kumohon, Dewa, jangan lakukan ini!" Naya menggedor pintu kayu jati itu sekuat tenaga. "Dewa!!"Hening. Dewa sepertinya sudah pergi, dia benar-benar tega mengirim istrinya sendiri ke ranjang pria lain."Mas Dewa, aku berubah pikiran, Mas! Aku... aku nggak mau, Mas. Aku ngga
Terakhir Diperbarui : 2026-07-09 Baca selengkapnya