Share

5. Suami Impoten

Penulis: Dre LA
last update Tanggal publikasi: 2026-07-08 15:12:09

"Naya, dengarkan aku baik-baik. Kamu sangat bersyukur karena aku telah menyelamatkan nyawa ayahmu dari kematian, bukan? Kamu tentu masih ingat dengan sangat jelas siapa pahlawan yang mau mengeluarkan uang ratusan juta demi operasi jantungnya setahun yang lalu, ya kan?"

Naya sedikit bingung dengan arah pembicaraan Dewa, tapi segera menjawab dengan lembut.

"Tentu saja aku selalu mengingatnya. Aku sangat berterima kasih padamu atas semua itu. Aku berhutang nyawa ayahku padamu. Tapi... kenapa kamu tiba-tiba mengungkit hal masa lalu ini di saat seperti ini?"

"Nggak kok, Sayang. Aku cuma lagi ingin mengingatkan ingatanmu kalau nggak ada kebaikan yang gratis di dunia ini. Dan sekarang... aku butuh kamu membalas budi besar itu padaku."

"Membalas budi? Dengan cara apa, Dewa? Aku selalu setia menuruti semua keinginanmu tanpa pernah membantah. Katakan saja apa yang harus kulakukan untukmu sekarang," jawab Naya, sedikit kebingungan dengan nada bicara Dewa yang berputar-putar, beda dengan Dewa yang biasanya.

Dewa menghentikan langkahnya tepat di hadapan Naya, dia mengulurkan tangan, membelai pipi istrinya yang mulus tanpa memar berkat riasan tebal, lalu tersenyum semakin lebar.

"Bagus sekali. Aku memang sangat menyukai istri yang penurut kayak kamu, Naya. Nah, Sayang, kamu mau melakukan apa saja demi kelangsungan pernikahan kita, kan?"

"M-maksudnya gimana, kamu nggak lagi nyuruh aku melakukan hal hal kriminal, kan?" Naya bertanya dengan waspada, setahun menikah dengan Dewa, Naya paham betul, pria ini kadang melakukan sesuatu seenaknya sendiri tak peduli dengan aturan hukum atau apapun.

"Sayang, kamu mau melakukan apa saja demi kelangsungan pernikahan kita, kan?" Bukanya menjawab pertanyaan Naya, Dewa malah mengulangi pertanyaan yang sama, suaranya terdengar begitu tenang, sangat kontras dengan kilat gila di matanya.

Naya menatap suaminya dengan dahi berkerut tajam. "Apa maksudmu, Dewa? Jangan berputar-putar. Apa yang sebenarnya kamu inginkan dariku?"

"Sederhana aja kok, Naya Sayang." Dewa melangkah mendekat, berbisik tepat di depan wajah Naya. "Aku mau malam ini juga, kamu harus menyelinap ke kamar Rekha. Kamu harus tidur dengannya, Naya. Rayu dia, lakukan apa pun yang kamu bisa, dan pastikan kamu hamil benihnya."

"A-apa kamu bilang, Mas?"

Mendengar ide gila suaminya, Naya hanya mematung. Matanya melebar sempurna seolah baru saja disiram air es di tengah badai salju. Udara di sekitarnya mendadak terasa lenyap.

"Kamu... kamu udah gila, Mas?!" teriak Naya, suaranya pecah seketika. "Apa kamu sadar dengan apa yang baru saja kamu katakan, Dewa?!"

Saking marahnya, Naya sampai memanggil nama suaminya tanpa embel-embel 'mas', sedangkan Dewa malah tampak santai santai saja, tak merasa bersalah sama sekali.

"Aku sadar banget apa yang aku ucapkan, Naya. Ini satu-satunya jalan keluar yang paling logis. Kamu tidur sama Rekha, hamil anak dia, dan aku yang bakal mengakui anak itu sebagai anakku," jawabnya, yang membuat Naya tentu saja semakin marah.

"Nggak masuk akal, aku nggak mau, Mas!"

"Kamu nggak mau? Nggak ada jalan keluar lain, Naya! Ini satu-satunya cara!" balas Dewa, nada bicaranya mulai meninggi.

"Jalan keluar?! Sadar nggak sih, kamu ini sedang memintaku melacurkan diri pada adik tirimu sendiri?! Di rumah ini lho, Mas?!" Naya melangkah mundur, menatap Dewa dengan rasa jijik yang tak bisa disembunyikan. Tubuhnya bergetar hebat. "Kamu benar-benar sudah kehilangan kewarasanmu, Mas!"

"Jaga bicaramu, Naya! Kamu pikir aku suka melakukan ini?! Kamu pikir aku rela membiarkan tubuh istriku disentuh pria lain?!" Dewa menunjuk wajah Naya dengan telunjuknya yang gemetar karena marah.

"Rekha itu masih satu darah sama aku! Anak yang akan kamu kandung nanti akan memiliki DNA keluarga ini, jadi ibu nggak akan curiga! Begitu bayi itu lahir, kita akan mengklaimnya sebagai anak kandung kita berdua, dan posisiku sebagai pewaris akan aman!"

Meski Dewa membentak Naya dengan nada tinggi, kali ini Naya tidak patuh atau mundur, dia justru menggeleng keras.

"Itu menjijikkan! Rencanamu sangat kotor dan menjijikkan, Dewa! Aku nggak akan pernah mau melakukannya! Aku bukan pelacur, Mas!" jerit Naya dengan air mata yang mulai membobol pertahanannya.

Dewa merangsek maju, mengguncang badan Naya dengan keras, "Kamu harus mau! Kamu tidak punya pilihan lain selain patuh sama aku, Naya!"

"Tentu saja aku punya pilihan! Aku memilih untuk mempertahankan harga diriku! Aku istrimu, Dewa, bukan barang yang bisa kau oper ke ranjang pria lain hanya demi menyelamatkan posisimu sebagai pewaris!" balas Naya, menyingkirkan tangan Dewa dari lengannya.

Dewa tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Naya, lalu berkata dengan sinis.

"Apa?! Harga diri?! Kau bicara soal harga diri padaku?!" Dewa terus tertawa, tawanya menggema memenuhi kamar yang terkunci rapat itu. "Sejak kapan seorang pengemis kayak kamu punya harga diri, hah?! Jangan lupa, kamu sudah kubeli, Naya! Aku sudah membeli hidupmu beserta nyawa ayahmu yang penyakitan itu!"

"Jangan bawa-bawa ayahku dalam kebusukanmu ini, Mas!

"Oh, tentu saja aku harus membawanya! Karena kalau bukan karena uangku, ayahmu sudah membusuk di dalam tanah setahun yang lalu!" balas Dewa dengan ekspresi jumawa.

"Pokoknya... lebih baik aku mati daripada harus mengandung anak dari pria yang bukan suamiku!" isak Naya, dadanya naik turun dengan cepat. "Aku menolak, Dewa! Sampai kapan pun aku nggak akan pernah sudi tidur dengan Rekha!"

"Berani kamu membantahku, Naya?!"

"Kalau kau memaksaku..." Naya mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat, mendongak menatap suaminya dengan penuh kebencian. "Aku akan berteriak! Aku akan memberitahu Ibu, Kak Karina, dan seluruh dunia tentang rahasia besarmu! Aku akan membongkar fakta kalau kamulah sebenarnya cacat! Bahwa kamulah yang impoten, Dewa! Bukan aku yang mandul!"

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Panasnya Ranjang Kakak Ipar    Telepon Tak Terduga

    "Mhhh... ahhh... terus... lebih keras, Rekha... mhhh!" Suara decakan basah dari gesekan daging dan benturan kulit yang keras mulai mendominasi seluruh penjuru ruangan. "Panggil namaku terus, Naya... hhh... jangan berhenti..." "Rekha! Akhhh! Rekha... aku mau keluar... ahhhh! Aku nggak tahan lagi!" Tubuh Naya seketika menegang kaku, sementara sepuluh jari kakinya melengkung tajam. Ia menjerit tertahan saat gelombang orgasme yang sangat dahsyat menghantam kesadarannya berkali-kali. "Ahhhhh! Rekhaaa!" Rekha memejamkan matanya rapat-rapat saat ia merasakan kedutan hebat di dinding dalam Naya yang menjepit erat batangnya tanpa ampun. "Shit... Naya... nghhh! Menjepit sekali... akhhh!" Rekha mengerang sangat panjang karena ia merasakan semburan panasnya akan segera datang. Dengan satu gerakan kilat, Rekha menarik pinggulnya mundur menjauh dari celah basah tersebut. Terdengar suara *pop* yang sangat nyaring saat batang raksasa itu terlepas keluar tepat satu detik sebelum ledakan

  • Panasnya Ranjang Kakak Ipar    Hancurkan Aku, Sayang!

    Rekha akhirnya melepaskan tautan ciuman mereka karena paru-paru mereka kembali menuntut pasokan udara, tetapi pria itu tetap menahan wajahnya agar berjarak hanya beberapa sentimeter saja dari wajah Naya yang memerah padam. Mereka saling menatap langsung ke dalam mata satu sama lain dengan intensitas yang sangat membakar, sementara napas mereka yang sama-sama tersengal-sengal beradu panas di udara sempit di antara wajah mereka berdua. "Aku siap, Rekha... hancurkan aku..." bisik Naya dengan suara penuh gairah, matanya menatap tajam ke dalam sorot kelam pria itu. "Kamu yakin?" tanya Rekha dengan suara berat, dahinya berkeringat karena menahan ledakan yang semakin mendekat. "Aku yakin... aku ingin kita keluar, bersama-sama..." jawab Naya sambil mengangguk pelan, tangannya meraih tengkuk Rekha dan menariknya lebih dekat. Sorot mata kelam Rekha menelusuri setiap inci fitur wajah Naya yang basah oleh keringat, sedangkan Naya menatap balik manik mata tajam pria itu dengan sorot mata yang s

  • Panasnya Ranjang Kakak Ipar    Puaskan Aku!

    "Tahan sebentar, Naya... aku ingin merasakanmu lebih lama..." jawab Rekha dengan suara serak dan penuh nafsu, tetapi ritme pinggulnya semakin cepat tanpa bisa dikendalikan. Payudara Naya yang penuh dan bulat terus bergoyang liar ke segala arah akibat guncangan yang tidak stabil tersebut, seiring dengan tempo Rekha yang makin lama berubah menjadi semakin brutal dan tidak terkendali. "Nggak bisa... Rekha! Aku... aku tidak tahan lagi!" teriak Naya dengan suara parau, tubuhnya mulai kejang-kejang di bawah cengkeraman pria itu. "Tahan... tahan, Sayang... tunggu aku..." desah Rekha dengan napas tersengal, otot perutnya menegang sempurna setiap kali ia menumbuk Naya dengan segenap tenaga. Gempuran keras itu terus berlangsung tanpa penurunan intensitas sama sekali, sampai akhirnya setelah beberapa menit berlalu dalam siksaan nikmat yang membutakan akal sehat, Rekha merasakan perubahan fisik pada tubuh wanita di bawahnya. Naya tiba-tiba melepaskan cengkeraman putus asanya dari sprei kasur

  • Panasnya Ranjang Kakak Ipar    Semakin Liar

    Rekha terdiam sejenak untuk memulihkan pasokan oksigen ke dalam paru-parunya yang terasa terbakar, lalu pria itu segera bangun dari posisinya karena sisa-sisa gairah di dalam aliran darahnya masih terus bergejolak menuntut penuntasan yang lebih jauh. Dia perlahan menggeser tubuh besarnya yang bersimbah peluh ke arah ujung kasur, kemudian ia memposisikan dirinya berlutut tepat di antara kedua kaki Naya yang masih terbaring lemas akibat sisa orgasme sebelumnya. "Sayangku, Naya...."Rekha menatap tubuh telanjang Naya dengan sorot mata kelam yang dipenuhi oleh hasrat mendominasi, lalu ia menjulurkan kedua lengannya yang kekar untuk mengangkat kedua kaki jenjang wanita itu secara bersamaan. "A-apa yang mau kamu lakukan, Rekha?!" Naya sedikit panik saat melihat kobaran gairah di mata Rekha.Tanpa memberikan banyak waktu bagi Naya untuk memprotes, Rekha segera menyampirkan pergelangan kaki Naya ke atas bahu kiri dan bahu kanannya secara mantap, sehingga ia mengunci pergerakan wanita itu s

  • Panasnya Ranjang Kakak Ipar    Goyang Di Atas

    Rekha mengerang tertahan karena ia merasa gila, lalu ia refleks menyentakkan pinggulnya ke atas untuk menusuk Naya jauh lebih dalam lagi."Aku akan mati kalau kau terus begini..." desis Rekha dengan napas tersengal.Namun, Naya langsung mencondongkan tubuhnya ke depan, lalu menekan bahu Rekha kuat-kuat ke matras agar punggung pria itu tetap rata menyentuh kasur."Kau kuasai sepenuhnya!" erang Rekha pasrah.Naya kembali menegakkan punggungnya, kemudian ia mulai memacu pinggulnya bergerak naik dan turun dengan ritme konstan, seolah ia sedang mengendalikan alur cerita percintaan mereka bagaikan seorang kreator jenius yang tengah mengeksekusi skenario sempurnanya."Hnnggh... lihat... aku yang menentukan segalanya," bisik Naya di antara hentakannya.Saat ia mengangkat tubuhnya, Naya sengaja memperlambat gerakannya supaya ia bisa menikmati setiap jengkal gesekan di dinding vaginanya, tetapi saat ia turun, Naya menekan kuat titik pertemuan mereka sehingga benturan yang tercipta terasa sangat

  • Panasnya Ranjang Kakak Ipar    Besar Sekali!

    "Dua puluh sentimeter panjangnya, dan empat sentimeter lebarnya," jawab Rekha dengan suara yang sangat serak, karena gairahnya sudah nyaris meruntuhkan akal sehatnya."Ya Tuhan... ukuranmu..." desis Naya pelan di antara napasnya yang mulai memburu.Naya menundukkan pandangannya, lalu matanya menelusuri batang kokoh yang berdiri tegak lurus itu, sementara jari telunjuknya bergerak lambat untuk menelusuri urat-urat kebiruan yang menonjol liar di sepanjang permukaannya."Hmm... kau begitu indah dari dekat," gumam Naya, lidahnya menjilat bibir atasnya.Rekha mengerang rendah, "Jangan hanya melihat... lakukan sesuatu."Karena Rekha merasa sangat tidak sabar, pria itu berusaha mengangkat pinggulnya, sedangkan tangannya bergerak liar agar ia bisa meraih pinggang ramping Naya."Ah—kau benar-benar tak bisa diam," ledek Naya sambil tertawa kecil.Akan tetapi, Naya langsung menahan kedua tangan Rekha, lalu menekannya dengan kuat ke sisi bantal."Diam!" perintahnya tegas, tapi bibirnya tersenyum

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status