Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dibenci Suami, Dicintai Sahabatnya

Dibenci Suami, Dicintai Sahabatnya

Dua hari bukanlah waktu yang panjang. Bagi Davin, empat puluh delapan jam itu terasa seperti detik yang terus memburu, memaksanya untuk segera mencari celah agar bisa bebas tanpa membuat Dina terpojok.
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai 4 hours
Baca
+Pustaka
Bukan Pernikahan Kontrak Biasa

Bukan Pernikahan Kontrak Biasa

titahh Kenzo dengan nada dingin. “Ta—“ “Saya bilang undur sampai 4 jam lagi. Saya sedang malas ngapa-ngapain.” Sedari tadi Kenzo hanya memainkan ponselnya. Tidak lain dan tidak bukan adalah mengecek CCTV-nya.
103.0K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai 4 hours
Baca
+Pustaka
Home

Home

10 September 2019 Biru menghela napas super panjang ketika melangkah masuk ke dalam rumah. Sudah lebih dari empat hari tumpukan paket dari kurir menganggur di samping rak sepatu. Ditambah lagi, seminggu terakhir ini, Vivi tak menyambutnya ketika pulang ke rumah. Padahal biasanya kalau mendengar suara mobil Biru, Vivi sudah menggonggong serta melompat-lompat kegirangan.
1012.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 281 kali sebagai 4 hours
Baca
+Pustaka
My Wife is My Suspect

My Wife is My Suspect

Atlanta meletakkan alat tersebut di atas meja. “Itu waktu yang cukup bukan?” komentar Lay. Atlanta menggelengkan kepala lalu menghela napas. “Entahlah. Rencana kita akan berlangsung selama empat puluh delapan jam tanpa henti. Kita bisa terus berjalan tanpa menggunakan ikan atau mempercepat waktu kita menyesuaikan dengan alat ini.” “Kenapa bisa Interpol sudah mengawasi gedung Hilton?” gumam Atlanta. Memikirkan sebab-sebab yang bisa membuat hal itu terjadi.
9.232.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai 4 hours
Baca
+Pustaka
Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan

Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan

] Tristan: [Hanya kita berdua saja. Kiana: [Jadi, ini bisa dianggap kencan?] Tristan: [Hm.] Kiana: [Wah, aku menantikannya!] Tristan: [Aku juga menantikannya.] Kiana: [Masih ada empat jam lagi sampai jam 8 malam, yang juga 240 menit dan 14.400 detik.] Tristan: [Kalau kamu merindukanku setiap detik, maka 14.400 ini akan menjadi momen istimewa.]
9.7426.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11.1K kali sebagai 4 hours
Tampilkan Ulasan (54)
Baca
+Pustaka
Oma Euis
ceritanya sangat menghibur dan kocak,, sangat suka dng gaya bahasa dan ceritanya ,the best pokonya. sudah bosan baca baca novel dng gaya cerita yg pemeran utama slalu di sakiti meskipun endingnya bahagia,, baca novel itu utk menghibur dan bahagia bukan jadi nambah mood kesel dan terbawa marah
Adelia
izin promosi novel kak judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku.
Baca Semua Ulasan
MEREKA BEBAS KETIKA KALIAN MATI

MEREKA BEBAS KETIKA KALIAN MATI

**** Dua belas jam sebelumnya. “Aargh… akhirnya sampai Pos Empat juga. Capek banget rasanya,” kata Rosie sambil merentangkan tangannya lebar-lebar, melakukan peregangan. “Jelas saja capek, 6 jam summit ditambah 4 jam lagi untuk turunnya, pundak ketemu lutut juga, itu sih gila!” keluh Cantigi.
1010.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 358 kali sebagai 4 hours
Baca
+Pustaka
Pak, Jangan! Nanti Ketahuan!

Pak, Jangan! Nanti Ketahuan!

Di hadapannya, secangkir teh yang tadi dipesankan Atlas masih mengepulkan asap tipis. Ia menyesapnya sebentar sebelum akhirnya meletakkannya kembali di meja kecil di antara kursi mereka. Perjalanan ini akan memakan waktu kurang lebih empat jam. Cukup lama untuk seseorang yang harus duduk berdampingan dengan lelaki yang bahkan belum benar-benar ia kenal. Aruna memejamkan mata, berniat memanfaatkan waktu itu untuk tidur.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai 4 hours
Baca
+Pustaka
Selubung Memori

Selubung Memori

Matahari baru saja terbit. “Kali ini titiknya cukup lama,” jawabku. “Empat jam.” “Sekarang sudah muncul?” “Satu jam lagi.” “Berapa lama lagi kita sampai di sana?” “Mungkin dalam dua jam. Kau masih coba kemampuan deteksi?” “Sulit terbiasa,” ungkap Lavi. “Harus benar-benar fokus. Sulit konsentrasi kalau sambil lari. Aku benar-benar kagum kau bisa mudah melakukan itu.”
1018.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 693 kali sebagai 4 hours
Baca
+Pustaka
Wait At 24

Wait At 24

Usapan itu sekarang hanya terasa seperti belas kasihan dan mewakili perasaan Riki padaku "kamu memang bodo Ya" "Bang Adjie, aku boleh nangis gak sekarang?" gumamku dalam hati. Riki manusia biasa, yang mampu membuat komitmen dan melanggarnya. Dia manusia normal yang belum sanggup menunggu terlalu lama dalam kesendirian. Aku membebaskan Riki mencoba semuanya dan masih meyakini komitmen dengan harapan saat dia kenyang akan pencariannya dan rasa sakit mengenai sebuah hubungan dia akan kembali. Apapun yang dia lakukan, 24 adalah angka yang tepat untuk menunggu jawabannya.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai 4 hours
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status