BALASAN PAHIT UNTUK MERTUA
“Nggak apa-apa, Nak. Ibu tuh, senang banget kamu datang ke sini. Apalagi sampai bisa melayani kamu dengan baik. Kamu anaknya cantik, pinter, pandai cari uang pula. Cuma kamu nggak sok dan sombong. Beda jauh sama Gista yang cuma IRT dan nganggur, tapi sombongnya selangit itu!”
“Ya Allah, aku jadi terharu. Makasih ya, Ibu.” Adiba tersenyum kalem. Dia menatap ibuku dengan penuh sayang di kedua matanya yang bening. Aku senang. Terenyuh. Tersentuh. Tuhan memang Maha Baik. Dijauhkannya aku dari makhluk bernama Gista yang sangat egois, lalu aku didekatkan dengan sosok Adiba yang pengasih dan penyayang.
“Sama-sama anakku, Sayang.” Ibu menyahut sambil menaruh piring yang sudah penuh dengan nasi ke si
Hot Chapters