Aku Bukan Boneka
Saat dia ingin membuktikan dirinya tidak bersalah, dia melihat tanganku yang terbalut perban.
"Sayang, kamu kenapa? Kenapa tanganmu terluka? Sakit? Sudah divaksin? Apa kata dokter ...."
Dia sangat panik sampai berkeringat dingin, seakan-akan aku patah tangan.
Melihat reaksinya itu, aku pun tertawa.
Sebenarnya, bagaimana mungkin aku tidak memercayainya?
Mampu masuk ke hatinya adalah kemenangan pertamaku dalam pertempuran antara manusia dan komputer.