Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MAWAR

MAWAR

"Kenapa berlebihan sekali? Panggil Mawar saja, jika di depannya kau boleh panggil aku nona," Anita hanya diam saja tidak tahu harus menjawab apa. "Lalu nama mereka siapa?" Tanya Mawar, yang dia maksud adalah tiga orang pelayan yang berjejer di dekat Anita. "Mereka semua asli penduduk Jepang, nona. Yang mempunyai rambut pendek itu namanya Akari, lalu perempuan yang memiliki kulit paling putih di antara mereka bernama Ami, dia orang yang bersahabat nona, dia teman pertama saya saat bekerja disini," ucap Anita tersenyum pada Mawar. "lalu yang terakhir yang memiliki tubuh paling pendek tapi memiliki wajah cantik, namamya Hanasita, pelayan yang lain biasa memanggilnya Hana. Oh ya nona, Hanasita a
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai arit jawa
Baca
+Pustaka
Retrocognition (Melihat Masa Lalu)

Retrocognition (Melihat Masa Lalu)

tanya Jaka yang memang sudah ingin sekali memperbaiki kondisi keuangannya buah menikahi janda beranak satu. “Gue boleh duduk dulu nggak nih? Udah nanyain kerjaan aja, Lu, Jek!” gurau Wira sambil menarik sebuah kursi plastik untuk duduk di dekat mereka berdua. “Bisa aja ni orang. Eh, Lu naik apa ke sini, gue nggak lihat motor Lu?” tanya Ario setelah menoleh ke belakang, ke halaman warung yang kosong.
105.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 199 kali sebagai arit jawa
Baca
+Pustaka
ARI SIHOMBING

ARI SIHOMBING

Ucap Adi Tiba-tiba saja suara pramugari pesawat bersuara. "Mohon perhatian, pemberangkatan pesawat yang menuju arah ke Jakarta, 5 menit lagi akan segara di mulai." "Ari, sana cepat nanti ketinggalan pesawat." Ucap Om nya. "Ya Om, dadah Ibu, Om, Tan, teman-teman, adik-adik ku aku berangkat dulu ya." Ucap Ari sambil melambaikan tangannya dan menyeret koper beserta jinjingan cemilan yang Om nya belikan kemarin. Lalu bersalaman dengan orang tuanya Adi dan lainnya lalu Ari langsung berlari ke tempat memberikan tiketnya kepada penjaga tiket.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai arit jawa
Baca
+Pustaka
Duka Cita

Duka Cita

“Nggak usah pake bahasa Jawa.” Arya mencebik, karena Asri selalu saja protes bila ia keceplosan memakai bahasa Jawa. Menjalani hari-hari di Surabaya, jelas saja bahasa daerah sana sudah melekat pada Arya. “Chubby, Bun! Nah, pipinya itu berisi, matanya nggak cekung, dan nggak koyok Panda.” Asri menarik napas dan berpikir. Bila dilihat dari ciri-cirinya, mungkin saja perkataan Arya barusan itu benar. Cita memang terlihat kuyu, dan tidak sehat.
9.838.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai arit jawa
Baca
+Pustaka
Kembalinya Sang Pendekar Rajawali Dari Andalas

Kembalinya Sang Pendekar Rajawali Dari Andalas

seru pria bertopeng gusar. “Ha.. ha.. ha..! Orang pengecut seperti kau ini jangan pernah bermimpi untuk menguasai Pulau Jawa, untuk menguasai sebuah desa saja kau tak pantas..!” kembali terdengar tawa Arya. “Jahanam...! Kau benar-benar telah membuatku murka..! Wuuuuuuus..! Blaaaaar..! Bruuuuuuuk..!”
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai arit jawa
Baca
+Pustaka
SAYUR KENTANG LIMA RIBU

SAYUR KENTANG LIMA RIBU

Matanya hampir tak berkedip saat melihat gadis berwajah manis yang tengah berjalan dengan dua temannya. Tak sabar untuk bertemu, Ari memutuskan turun dan berniat menghampiri Juwita. Namun baru saja ingin memanggil, ia dikejutkan oleh kedatangan lelaki bermotor besar yang menghampiri Juwita. Ari menghentikan langkahnya dan memutuskan untuk mengamati mereka yang sedang terlibat obrolan. Lama menunggu, mereka malah semakin larut dalam tawa yang terlihat bibir keduanya. Tak ingin kecolongan, Ari memutuskan untuk nekat menemui Juwita. “Wita ...!” panggil Ari yang sudah berdiri beberapa langkah di depan Juwita.
1034.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 954 kali sebagai arit jawa
Baca
+Pustaka
Rahasia Sang Juara Bulu Tangkis

Rahasia Sang Juara Bulu Tangkis

ujar perempuan bermata sipit khas Korea. “Arina, jaga volume suara kamu...,” bisik Papi. Dwi yang sedang berjalan keluar Gedung Olah Raga (GOR) menatap perempuan dengan postur dan bentuk wajah yang asing di matanya. “Bukannya ini pertandingan nasional ya? Kok ada atlet dari luar negeri?” “Papi, anak tadi ngeliatin aku!!!” keluh Arina. “Sssttt, anak tadi itu jagoannya Jawa Barat tau,” jelas Papi.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai arit jawa
Baca
+Pustaka
Adakah Jalan Untuk Kembali

Adakah Jalan Untuk Kembali

🖤LS🖤 Pagi itu lorong lantai dua Graha Utama sepi ketika Dewa keluar dari ruangan Wisnu. Lampu-lampu putih memantul di lantai granit. Ia baru saja membahas dengan kakaknya soal vendor dan jadwal padat awal tahun. Termasuk rencana kerjasamanya dengan Karya Sejahtera. "Hmm, calon manten." Suara itu membuat Dewa menoleh. Arif berdiri menyender santai di dekat jendela lorong, kedua tangan dimasukkan ke saku celananya.
10140.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.9K kali sebagai arit jawa
Tampilkan Ulasan (43)
Baca
+Pustaka
Naomi Sari
Hi mba Lis, novel2 bikinan mba ga prnh bikin bosen utk dibaca…trs berkarya yah, smg novel2 berikutnya lbh seru dan “menggetarkan jiwa”, hihi…kl blh sedikit saran&request, aku berharap mgkn story berikut2nya dibikin agak sedikit beda biar semakin greget2 lg pas bacanya, hehe…warm regards to you mba!
Mau baca Novel
ahirnya ada di goodnovel......... dari muda sy suka baca novel beriringan dgn baca kitabku,sebenarnya novel itu gambaran dr kehidupan,dan sy suka baca novel by lis ini Krn menuntun para wanita muda bgmn hidup dgn benar dan berharga diri,mandiri,memang bnyk karakter,tinggal kita dpt memilah dan memilih,
Baca Semua Ulasan
ARTUR

ARTUR

"kamu siapa nak dan dari mana kau berasal?" "Aku Artur aku berasal dari Indonesia" kataku sekuat tenaga karena tubuhku masih lemas. Orang-orang disana saling memandang karena mereka baru mendengar kata Indonesia, tapi pria yang bertanya padaku hanya diam dan menatap tajam ke arahku. "Tuan Arfan apa kau tau sesuatu tentang Indonesia" salah seorang dari kerumunan itu bertanya pada pria tua itu. "Dia akan ku bawa ke tempatku kalian kembalilah ke pekerjaan kalian"
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai arit jawa
Baca
+Pustaka
Arya Tumanggala

Arya Tumanggala

sambut Triguna sembari bangkit berdiri dan menghaturkan sembah. Sama seperti tadi, Arya Lembana hanya menanggapi dengan anggukan kepala. Perlahan kakinya melangkah mendekati si prajurit. Matanya langsung tertuju pada luka panjang melintang di dada prajurit itu. "Lukamu sudah mengering," ujar Arya Lembana membuka obrolan. "Semua berkat pertolongan para tabib yang ada di sini, Gusti," sahut Triguna. "Sebagaimana Gusti tahu, para tabib Panjalu merupakan juru pengobatan terbaik di Jawadwipa ini."
9.933.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 901 kali sebagai arit jawa
Tampilkan Ulasan (36)
Baca
+Pustaka
Kebo Rawis
Terima kasih untuk semua yang sudah mampir dan membaca cersil ini. Tinggal 12.000 kata lagi menjelang tamat, paling lambat dua hari lagi. Selanjutnya akan ada cersil baru yang merupakan sekuel Arya Tumanggala, dengan tokoh utama tetap sang prajurit, tapi dengan cerita dan jalinan konflik beda.
Artha Trishna
Wow, ini mutiara terpendam di GoodNovel. Sejauh ini satu-satunya cerita silat berlatar sejarah yang informasinya valid, enggak ngawur. Baca ini nambah pengetahuan sejarah. Nama-nama tokoh, juga bahasa dan istilah yang digunakan, semuanya pas sesuai dengan zaman yang diceritakan. Mantap, salut!
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status