Terjerat Gairah Tuan Hakim
“Lorenz nama yang bagus. Cantik. Seperti orangnya. Bagaimana kalau malam ini kau menemaniku melakukan sesuatu yang panas.”
“Sesuatu yang panas?”
Harger cukup geli sekadar bersikap seperti ini. Penyataan Arron saru sampai di pendengarannya. Pria agresif, dan tangan – tangannya yang kasar itu menunjukkan sisi abusive yang parah.
“Aku tidak bisa dipakai dengan percuma,” tambah Harger dengan bibir berkedut sinis.
“Kau bisa dibayar berapa?”
Arron begitu tidak sabar, sehingga memborong semua jeda, bahkan sedetik saja keheningan ... tidak akan dibiarkan terjadi.
인기 회차