DIJODOHKAN MAMA
Indri tersenyum, menepuk bahu Ziva pelan.
“Enggak, sayang. Mama udah janji sama Tante Rani mau arisan sore ini. Lagipula kamu udah kelihatan jauh lebih tenang dari semalam.”
Ziva menunduk sedikit, mengangguk. “Iya, Ma. Aku cuma… senang Mama datang pas aku butuh banget.”
Reza yang baru keluar dari dapur ikut tersenyum, menambahkan,
“Kalau bukan karena Mama, mungkin apartemen ini udah penuh dengan makanan instan. Terima kasih banyak, Ma.”
Bab Populer