Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dinikahi Calon Suami Mama

Dinikahi Calon Suami Mama

"Mama ... mama ingin melihat putri kecil mama tersenyum dan tertawa lagi. Mama ingin mendengar suara kamu memanggil nama ‘mama’." Langkah Bumi jadi melambat saat menangkap keberadaan wanita dewasa di depan ruangan ICU. Ia baru saja selesai mengobrol dengan dokter dan memaksa kakinya menuju ruangan hanya untuk memastikan apa benar mama mertuanya datang. Amaris. Wanita yang berdiri itu benar-benar Amaris. Bahunya masih bergetar dan Bumi yang dari kejauhan bisa mendengar suara tangisnya.
1022.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 481 kali sebagai arti ma'am
Baca
+Pustaka
DIJODOHKAN MAMA

DIJODOHKAN MAMA

Indri tersenyum, menepuk bahu Ziva pelan. “Enggak, sayang. Mama udah janji sama Tante Rani mau arisan sore ini. Lagipula kamu udah kelihatan jauh lebih tenang dari semalam.” Ziva menunduk sedikit, mengangguk. “Iya, Ma. Aku cuma… senang Mama datang pas aku butuh banget.” Reza yang baru keluar dari dapur ikut tersenyum, menambahkan, “Kalau bukan karena Mama, mungkin apartemen ini udah penuh dengan makanan instan. Terima kasih banyak, Ma.”
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai arti ma'am
Baca
+Pustaka
Gairah Liar Paman Tiriku

Gairah Liar Paman Tiriku

Akhirnya Ami bersuara, pelan namun tegas. “Bawa Maira kemari, Mama perlu tahu langsung dari Maira. Apa dia juga serius atau hanya kamu yang dibutakan cinta.”
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai arti ma'am
Baca
+Pustaka
Istriku Pemalas

Istriku Pemalas

omel Oma. “Ya teman dekat yang maunya jadi calon kelak. Mama sama Oma sehat? Papa di mana, Ma?” cecar Arfi. “Jam segini ya masih kerja. Oh, ayo duduk, Mbak. Malah disuruh berdiri aja. Gimana sih kamu, fi. Bi, Bibi. Ambilin minum buat tamu,” titah Tiara pada ARTnya. “Nggih, Bu.”
1014.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 469 kali sebagai arti ma'am
Baca
+Pustaka
Nikahi Mamaku, Om!

Nikahi Mamaku, Om!

“Syukurlah. Mama pikir kamu tidak ada di sini.” Meski ekspresinya masih bingung, anak itu tetap membalas pelukan sang mama. Sambil memberikan tepukan kecil, ia berkata, “Aku tidak kemana-mana, Ma.” Wilona mengangguk-angguk. Lega sekali rasanya mendapati Arjuna baik-baik saja. Sementara di sisi meja yang lain, Arshaka yang kebetulan juga tengah sarapan hanya menatap dengan ekspresi tidak banyak berubah.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai arti ma'am
Baca
+Pustaka
ARINDA

ARINDA

"Ayo, Non." Arinda tersadar dari lamunannya. Dia kemudian mengikuti langkah Robin menaiki undakan tangga menuju pintu masuk mansion. Dia berdiri di sisi Robin yang baru saja selesai memencet bel. Tak butuh waktu lama pintu bercat putih di hadapannya terbuka, menampilkan sosok wanita paruh baya yang Arinda perkirakan usianya di atas lima puluh tahun. Wanita itu pada awalnya terlihat kesal melihat Robin, tapi saat menangkap keberadaannya ekspresi wajah wanita itu seketika tersenyum cerah.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai arti ma'am
Baca
+Pustaka
Menjadi Babysitter Anak Suamiku

Menjadi Babysitter Anak Suamiku

Mama datang dengan piring buah-buahan segar di tangannya. Aku hanya bergeming. Canggung untuk mengatakan yang sebenarnya. "Zana hamil, Ma." Bang Amar terlihat bersemangat. Bibirnya tak henti menyunggingkan senyum. Perempuan paruh baya itu menampakkan wajah berbinar. "Alhamdulillah, selamat, ya, Na. Mama sudah menduga." Perempuan paruh baya itu mendekat lalu memelukku beberapa saat.
1040.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 938 kali sebagai arti ma'am
Baca
+Pustaka
KEMELUT CINTA

KEMELUT CINTA

Aku mengangguk walau masih bingung dengan arah pembicaraannya. "Kamu nggak ingat dia?" tanya Bu Asih. Kali ini wajahnya terlihat senang. Tidak cemberut atau galak seperti biasanya. "Aku ibumu, Sayang. Panggil aku Mama," kata wanita asing itu dengan nada riang. Bu Yati mengangguk. "Iya, Marla. Perempuan ini adalah ibu kandungmu." Apakah ini April Mop? Tapi ini sudah bulan Agustus.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai arti ma'am
Baca
+Pustaka
Hey, Mama!

Hey, Mama!

"MAMA!" "Atan sayang, kenapa teriak-teriak, Oma cuma turun seben-- loh, Yo! Udah pulang?" Sosok wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan modis itu masuk ruangan membawa sebotol susu. "Baru aja datang, Ma!" jawab Rio. "Loh, ada tamu juga," sapa Zahra, ibu Rio, saat menyadari entitas lain yang kini sedang menggendong cucunya.
1015.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 409 kali sebagai arti ma'am
Baca
+Pustaka
LOVE is YOU, Ra!

LOVE is YOU, Ra!

“Ada Kak Amel mau ketemu Maura. Yuk!” “Pa! Apa benar mama Kak Amel mau jadi mamanya Maura?” tanya Maura polos. Armand tersenyum memandang putrinya lembut. “Apa Maura keberatan?” “Apa boleh Maura keberatan?” Armand mengangkat Maura dalam pangkuannya. “Boleh Papa tahu alasannya?” “Maura gak mau punya mama baru, Pa. Maura gak mau Papa sayang sama orang lain selain Maura dan Mama.”
1031.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 622 kali sebagai arti ma'am
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status