Rahasia Cincin Emas di Jari Manis Suamiku
Arif lantas menatap Fatma, "Fatma, kamu kerjanya yang bener ya. Mbak Lastri ini emang enak diajak guyon tapi ada kalanya dia juga galak seperti maung. Pinter-pinter aja deh kamu jaga perasaan dia. Ya udah ya, aku tinggal dulu. Ntar sore kalo aku pulang, aku jengukin kamu di sini ya."
"Duh... Duh, kayak manten baru aja nih." Mbak Lastri menggoda, menoel-noel tangan Arif dengan gemas.
"Ish... Mbak Lastri, diam ya." Arif pura-pura kesal, ia tersenyum malu sesudahnya. "Assalamualaikum, aku kerja dulu ya. Mbak Lastri, aku berangkat dulu. Titip Fatma ya."
"Wa'alaikum salam, iya-iya. Jangan khawatir," jawab Mbak Lastri setelah Arif berbalik badan lalu meninggalkan toko alat tulisnya.