Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Permohonan Terakhir

Permohonan Terakhir

Hingga secercah cahaya terakhir di tengah-tengah kehidupan pecah. Setelah membujuk Cindy hingga membuatnya kembali riang, Edrick baru memberikan perintah dengan lapang dada. "Bawa Jenita keluar. Ingat, dia harus membersihkan diri sebelum datang ke mari. Jangan sampai keadaannya yang kotor membuat Cindy takut." Edrick terlihat murah hati, seolah-olah perintah ini adalah sebuah bantuan besar bagiku. Kemal menerima perintah itu dan langsung memerintahkan bawahannya.
8.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 291 kali sebagai last order artinya
Baca
+Pustaka
SALAM TERAKHIR

SALAM TERAKHIR

Namun berharap mereka akan kembali seperti dulu juga sesuatu yang mustahil. "Satu malam. Pelukan terakhir. Ciuman terakhir. Ahh, Mike. Aku sungguh mengharapkanmu untuk kembali."
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai last order artinya
Baca
+Pustaka
Pelabuhan terakhirku

Pelabuhan terakhirku

jelas Aras panjang kali lebar kali tinggi, udah kayak rumus matematika aja. “Apa yah? Gue enggak tahu,” Binar menyerah. “Oke. Karena anda enggak tahu maka anda di nyatakan kalah dalam game ini. Oleh sebab itu berdasarkan pertimbangan pasal seratus ayat seratus bab seratus peraturan pribadi Aras, dengan ini saya memutuskan bahwa saudari silakan membayar pesanan saya!” tegas Aras serius seperti sedang membacakan keputusan hakim di setiap persidangan para koruptor.
1010.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 350 kali sebagai last order artinya
Baca
+Pustaka
PESONAMU MENJERATKU, TUAN CLEON!

PESONAMU MENJERATKU, TUAN CLEON!

Nampak teman-temannya sedang tertawa terbahak saling melempar candaan. "Hai, everybody. How are you?!" sapa Lastri di depan kelas. Semua temannya langsung melihat Lastri. "Kita semua baik, tapi tidak tahu setelah hari ini secara hari ini adalah terakhir kita Sekolah," jawab Doni. Melodi menarik salah satu kursi untuknya duduk. "Setelah hari ini kalian akan menjadi merasakan arti hidup yang sesungguhnya. Tidak ada uang jajan dan uang sekolah."
1013.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 470 kali sebagai last order artinya
Baca
+Pustaka
Ketika Hati Mulai Lelah

Ketika Hati Mulai Lelah

Novi pun menyebutkan barang-barang apa saja yang mau di order. "Itu ada yang mau saya retur, Mas. Sudah kadaluarsa." "Iya, Mbak. Kumpulkan saja barang yang mau di retur. Nanti pas kami antar barang, sekalian kami bawa." Laki-laki masih mencatat semua yang diorder Novi, ketika Lastri datang ke warung. "Sudah selesai, Mbak. Dua hari lagi barang diantar mobil ya, Mbak." Laki-laki itu memberikan nota order.
14.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 359 kali sebagai last order artinya
Baca
+Pustaka
Resep Rahasia Sang Pecundang

Resep Rahasia Sang Pecundang

Apa maksudnya? Kemudian, pesan terakhir muncul, begitu besar dan begitu penting hingga membuat setiap kata sebelumnya tampak tidak berarti. Sebuah notifikasi yang akan menentukan takdirnya, dan takdir seluruh dunia kuliner. `[SELAMAT, WADAH. ANDA TELAH MENCAPAI…]`
894 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai last order artinya
Baca
+Pustaka
Samaran Terakhir

Samaran Terakhir

Hingga akhirnya, saat dunia mulai hancur, Adrian menuliskan satu kalimat terakhir: "Akhir bukan kehancuran. Akhir adalah kesempatan terakhir untuk memberi makna." Dan versi terakhirnya lenyap dalam cahaya. LOKASI: DI ANTARA DUA DUNIA – SUNYI TOTAL STATUS: POST-FINALISASI NASKAH OMEGA Adrian, Ayla, dan Elena duduk di atas tanah putih tak berbentuk, dikelilingi oleh halaman kosong. Dunia telah selesai. Tapi masih ada satu halaman tersisa. "Siapa yang akan menulisnya?" tanya Ayla.
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai last order artinya
Baca
+Pustaka
Dibasuh Empat Nyonya Cantik dan Menggoda

Dibasuh Empat Nyonya Cantik dan Menggoda

Sorot matanya mengingatkan Baskara pada seseorang dari masa lalunya yang samar, namun ingatannya seolah terhalang kabut. "Ayo, Bas. Kenapa diam saja? Orang-orang sudah menunggu kita," tegur Lastri lembut sembari menarik lengan Baskara masuk ke dalam. Di dalam galeri yang dipenuhi lukisan-lukisan abstrak dan realis, aroma parfum mahal dan cerutu memenuhi udara. Saat Lastri sedang asyik berbincang dengan beberapa rekan bisnis suaminya, Baskara memilih berdiri sedikit menjauh, menjaga jarak namun tetap dalam jangkauan pandang.
1044.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai last order artinya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status