Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kekasihku Ternyata Impoten

Kekasihku Ternyata Impoten

Walau senyum itu sering terganggu karena sebagian pikirannya masih di wajah Reynal. Ranggi diam-diam meminta panitia untuk mempilkan Prasti paling akhir. Sebab Ranggi khawatir peserta lain kena mental ketika tahu Prasti adalah peserta. “Fatimah, kita keluar dulu, kamu tampil terakhir. Kerbetulan pas ngambil undian, kamu nomor 102. Paling siang nanti giliran kamu” “Waduh, kok dapat yang akhir ya”
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai last order artinya
Baca
+Pustaka
Titik terakhir

Titik terakhir

Kendati demikian sepertinya Miko tidak menyadari aku berusaha mati-matian menimba air untuk menyiram isi otak yang terbakar. Malah pemuda tersebut dengan santainya membahas kejadian konyol beberapa menit yang lalu. Tentang helm, polisi dan tingkah aneh ku. Semua itu membuat Nurul tertawa. "Kamu nggak pulang?" Aku bertanya. Adzan maghrib telah berlalu sedari tadi. Dan dengan gayanya yang kekanakan Miko memajukan bibir lebay, "masih kangen sama kamu."
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai last order artinya
Baca
+Pustaka
Sang Luna Terakhir

Sang Luna Terakhir

Lance berbalik untuk berjalan mundur, membuktikan bahwa dia tidak mabuk seperti Strand, yang hampir tidak bisa berjalan ke depan. "Ya, memang. Dan sangat baik juga, "tambah Ulysses. "Dan pintar." River berpikir selama mereka meracau, dia harus berkata sesuatu yang baik juga. "Dengar, kalian," kata Strand, mencoba untuk melihat dari balik bahunya saat dia berbicara tetapi setelah mengambil beberapa langkah ke kirinya, mengoreksi. "Aku tidak tahu kenapa si sialan itu berada di sini dan apa alasan tepat yang mendasarinya."
632 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai last order artinya
Baca
+Pustaka
DI PEMBERHENTIAN TERAKHIR

DI PEMBERHENTIAN TERAKHIR

Keesokannya “Ini gambarnya kurang terang, butuh pencahayaan, coba Lo ke kiri dikit biar ada cahayanya, coba Lo kasih pencahayaan. Kalau yang ini, terlalu banyak kena cahaya, coba agak gelap dikit!” “Kayanya hati dan pikiran Lo deh yang butuh penerangan!” “Lo ngeyel amat sih.”
8.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 201 kali sebagai last order artinya
Baca
+Pustaka
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Ia menyebut dirinya The Great Finisher (Sang Penyelesai Agung). "Cukup dengan ekspansi tanpa batas ini!" suara Sang Penyelesai terasa seperti dentuman palu hakim. "Keberadaan tanpa akhir adalah kekacauan. Sebuah cerita yang tidak pernah selesai adalah cerita yang gagal. Biarkan aku memberikan 'Titik Terakhir' pada semua yang kalian ciptakan!"
710 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai last order artinya
Baca
+Pustaka
Warung Kopi Dunia Bawah

Warung Kopi Dunia Bawah

“Aku mimpi tadi sore, Mas. Ada seseorang berdiri di depan warung. Bajunya penuh tambalan, matanya kosong. Dia bilang mau mampir... buat terakhir kali.” Randi datang dengan laptop dan mikrofon clip-on. “Aku dapet notifikasi aneh. Ada email masuk dari akun yang nggak punya domain. Judulnya ‘Pesanan Terakhir’. Terus isinya cuma: ‘Hanya bisa diseduh malam ini, hanya bisa disajikan dengan kejujuran.’” --- Tepat pukul 11 malam, pintu warung terbuka pelan. Angin dingin menyusup masuk. Tak ada langkah, tak ada bayangan. Tapi aroma yang datang... familiar.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai last order artinya
Baca
+Pustaka
Luka Hati Seorang Istri Yang Dikhianati

Luka Hati Seorang Istri Yang Dikhianati

Jejak di Gudang Tua Darah seolah surut dari wajah Tora, meninggalkan kekosongan dingin di tempatnya. Kalimat terakhir di layar ponsel itu—perintah yang telanjang dan brutal—terasa seperti vonis mati. "Datang sendiri, Lestari."
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 173 kali sebagai last order artinya
Baca
+Pustaka
Ambisi Sang Penguasa

Ambisi Sang Penguasa

Lukisan-lukisan besar juga menghiasi dinding. "Apa ini The Last Supper?" Luis mengamati lukisan mencolok di belakang kursi paling ujung. "Pasti cuma tiruan." Luis beralih menuju ruangan lain. Dapur berada di sisi kanan dari pintu masuk, ada tangga menuju basement. Ruangan mencuci ada di bawah, dan sebuah ruangan penyimpanan wine dengan rak-rak kayu. "Ini hampir sempurna."
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai last order artinya
Baca
+Pustaka
TEROR SINDEN GHAIB

TEROR SINDEN GHAIB

) “Kopi iki kanggo ndeleng sapa sing mung liwat… lan sapa sing wis didelok luwih dhisik.” Pelangi menelan ludah. “Maksudnya…?” “Minumlah,” potong Mbah Karso. “Ngombe sak sloki wae.”Ia menatap satu per satu wajah mereka, lalu pandangannya berhenti pada Aruna. “Nduk, kowe sing terakhir.” (Kamu yang terakhir.)
846 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai last order artinya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status