Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Surat Dari Venus

Surat Dari Venus

Ujian Akhir Sekolah telah berakhir, bersamaan dengan gedung kelas bekas kebakaran yang selesai direnovasi. Kini, kelas sebelas jurusan IPS telah menempati ruangan mereka masing-masing. Jadi mereka bisa secara privat menyiapkan lomba-lomba dalam class meeting, tanpa merasa terganggu atau menggangu yang lain. "Nanti gak usah terlalu banyak hiasan, ribet, minimalis aja," kata Aldi memberi saran kepada tim penjaga bazaar kelasnya.
9.94.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai background ruang kelas
Baca
+Pustaka
Omega keeper Of Crystalon

Omega keeper Of Crystalon

Pengenalan Pertama. Ruang kelas utama berada di jantung Akademi. Ratusan murid dari berbagai kasta darah duduk dalam formasi melingkar, seperti teater, dengan lantai transparan yang memperlihatkan sistem mana seperti sungai bercahaya di bawah mereka. Dinding kaca ruangan memberikan pemandangan langsung ke langit ungu tua yang tampak seperti lukisan bergerak.
1.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai background ruang kelas
Baca
+Pustaka
Hamil di Malam Pertama

Hamil di Malam Pertama

‘Kringgg’ “Anak-anak, waktu istirahatnya sudah habis. Ayo masuk!” Terlihat beberapa guru berdiri di depan kelas yang dicat warna-warni dengan gambaran bunga dan atribut lainnya agar kelas terlihat menarik dan cantik. “Om, Fatihah masuk dulu. Terima kasih es krimnya.” Fatihah berlari menuju kelasnya.
10101.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai background ruang kelas
Baca
+Pustaka
HSA  " I am Back. "

HSA " I am Back. "

Reyna berjalan memasuki lorong-lorong kekuasaan dari OSIS Dalam yaitu gedung B, tempat dimana ruang kelas 2 berada. Tatapan demi tatapan dari para senior kelas 2, baik itu program Bahasa, Sains, Sosial, Teknik Informatika, Seni, ataupun yang lainnya, semuanya menatap dengan aneh dalam artian sedikit mengintimidasi.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai background ruang kelas
Baca
+Pustaka
de'Nearos: Menggadaikan Masa Muda untuk Perdamaian Dunia

de'Nearos: Menggadaikan Masa Muda untuk Perdamaian Dunia

Gadis itu bergegas mencari ruangan dengan nomor 57 tergantung di pintunya. Di ruang kelas yang luas itu, terdapat sekitar 40 siswa yang sudah mengisi nyaris seluruh kursi di kelas. Netra Raquel memindai kursi yang kosong sampai ia menemukan sesosok gadis bersurai merah di sudut kelas. Kursi di sebelahnya kosong! Kebetulan sekali. “Permisi, apa aku boleh duduk di sini?”
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai background ruang kelas
Baca
+Pustaka
The Evil Soul's Twin

The Evil Soul's Twin

"Mari nak." Dengan ragu-ragu, Ray melangkahkan kakinya memasuki kelas yang sangat luas. Ray mengedarkan pandangannya takjub melihat hiasan yang ditempel di dinding kelas yang dicat dengan warna putih susu. Saking kagumnya, Ray sampai tak menyadari kalau dirinya sudah berdiri di depan siswa yang menatap aneh ke arahnya.
106.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai background ruang kelas
Baca
+Pustaka
Attack of Playboy

Attack of Playboy

Anak laki-laki cerewet. Ruangan kelas A berjurusan Pemburu Roh dengan interior mewah memukau pandanganku. Ya, aku memilih satu kelas dengan Levin karena memang aku harus selalu menempel dengannya, dia tambatanku satu-satunya, tidak. Tepatnya dia memang harus bertanggung jawab atas hidupku sekarang. Meja dan kursi yang disediakan untuk kapasitas 1-20 orang, maksudku para roh. Bangku diskusi berbentuk lingkaran sempurna dengan membiarkan sebuah ruang di tengahnya. Cukup masuk akal mereka mendekornya dengan gaya seperti ini, bisa kubayangkan betapa hilir mudiknya roh-roh yang malas berjalan dan lebih memilih terbang. Belum lagi, banyak praktek yang harus dipelajari untuk menjadi bangsa Cakrawal
7.53.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai background ruang kelas
Baca
+Pustaka
THE FRAPPUCINO MURDER

THE FRAPPUCINO MURDER

NARASI IRIS Senin, 25 Agustus 1980/14 Tahun Kelas berikutnya seharusnya akan segera dimulai, tapi aku masih belum melihat batang hidung si pengajar. Jadi aku putuskan untuk berjalan-jalan sebentar. Di sini, di lantai dua, ada lima kamar—dua di antaranya difungsikan sebagai ruang kelasku, yang dipisahkan oleh sebuah ruang besar dengan langit-langit tinggi. Ruang besar itu memiliki beberapa sofa nyaman yang menghadap ke jendela-jendela besar.
3.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai background ruang kelas
Baca
+Pustaka
Maukah Kau Menemaniku Pergi Ke Dunia Dongeng?

Maukah Kau Menemaniku Pergi Ke Dunia Dongeng?

Apel, Lola, Lulu, dan Lala lah yang pertama kali dipanggil, baru setelah itu murid lainnya. Mereka masuk mengikuti pengajar itu. Ruangan di balik pintu itu adalah sebuah ruangan yang sangat luas dan indah yang dipenuhi oleh kursi panjang dengan meja melengkung. Disetiap meja itu terdapat sebuah kertas dilengkapi dengan pena bulu dan botol tinta berwarna hitam. Mereka duduk, sayangnya Lola, Lulu, dan Lala duduk secara terpisah. Entahlah, mungkin agar mereka tidak saling bekerja sama?
458 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai background ruang kelas
Baca
+Pustaka
Booking Terakhir

Booking Terakhir

"UNTUK KELUAR DARI RUANGAN INI, TEMUKAN SATU INGATAN YANG PALING INGIN KAMU LUPAKAN." KLIK. Pintu kelas terkunci. Raka hanya berdiri sendirian tanpa Naya, Mira, Dito serta Sera. Pandangannya menyapu seluruh isi di ruang kelas tua itu. Ada papan tulis hitam, meja kayu kusam dan jendela jendela besar yang memperlihatkan gelapnya langit malam di luar sana. Namun yang paling mengganggu dan mengusik perasaan adalah suasana ruangan itu sangatlah familiar karena Raka mengenalnya dengan teramat baik.
10400 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8 kali sebagai background ruang kelas
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status