BIANGLALA KEHIDUPAN
Suara Aryani yang lembut menyadarkan Dania dari lamunan.
Dania menoleh, "Iya, Ma ...," jawabnya lirih. Ia memang memanggil Aryani dengan panggilan Mama sejak kecil, Aryani yang meminta dan Dania juga tidak keberatan.
"Apa yang kamu pikirkan, Nak?"
"Ma, dua minggu lagi aku akan melanjutkan S2- ku ke Singapura. Tapi, dalam kondisi seperti ini, lebih baik kepergianku dibatalkan saja," kata Dania.
Chapitres populaires