Filtres
Updating status
AllOngoingCompleted
Trier par
AllPopulairesRecommandationsNotesMis à jour
PLAYER

PLAYER

Tapi— “Aku mau mampir mall,” ucap Arla tiba-tiba. “Ok, mau cari apa?” “Lips scrub.” “Kamu pake lips scrub? Pantesan bibir kamu lembut banget.” Ervin tersenyum membayangkan setiap ia ‘beradu mulut’ dengan wanita yang masih kesal namun malah terlihat seksi luar biasa itu. “Bukan buat aku. Buat kamu. Buat nggosok bibir kamu yang udah nggak terhitung berapa kali nyium cewek.”
1038.6K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 1.4K fois en tant que bar
Read
+Librairie
Wanita Pilihan Sang Pewaris

Wanita Pilihan Sang Pewaris

ucap Barry seraya menyerahkan pena dan buku catatan kecil miliknya ke Vanya. Vanya tersenyum karena Barry mengetahui maksudnya, dia lalu mengambil pena dan buku catatan kecil yang diserahkan oleh Barry. “Wah cantik sekali pena ini,” ucap Vanya. Vanya terpesona dengan desain dari pena yang diberikan oleh Barry. Pena berwarna silver dengan tulisan Aurora di bagian tengahnya. Membuat Barry tersenyum ketika mendengar itu.
1025.2K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 932 fois en tant que bar
Read
+Librairie
Sekretaris Pribadi Bos Duda

Sekretaris Pribadi Bos Duda

Bersambung Kira-kira Bara marah nggak ya?
1019.3K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 753 fois en tant que bar
Read
+Librairie
Castle

Castle

Aku berdeham. "Ah baiklah, terima kasih atas minumannya." Aku mulai meneguk air yang berada didalam gelas. Hanya air putih biasa, bukan bir ataupun yang lain. Aku memandangi isi gelasnya. Warna air ini mengikuti bagaimana warna gelasnya. Gelasnya terbuat dari kayu. Aku mengira dia akan memberikanku semacam bir. "Air putih lebih sehat. Cuaca panas seperti ini lebih baik kau minum air putih daripada bir. Bukannya aku pelit, hanya saja untuk kesehatanmu."
104.0K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 79 fois en tant que bar
Read
+Librairie
Broken

Broken

ujar bu Rika memberi siswa itu hukuman. “Oke bu. Berarti aku hormat bendera sekarang, kan?” “Tunggu sebentar. Kamu pakai ini.” wanita itu memberikan sebuah kertas karton berwarna merah muda dengan ukuran yang cukup besar. Kertas itu sudah diberi tali pada kedua sisinya. Pada kertas itu bertuliskan kata yang sama, seperti hukuman kedua yang diberikan pada Yandi.
1013.6K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 531 fois en tant que bar
Read
+Librairie
Bareksa

Bareksa

Raut muka Ashton tenang, namun kilau matanya berbahaya. "Hukum tertinggi Bareksa adalah melindungi. Mutlak. Nggak bisa digantikan, nggak bisa diwakilkan. Kamu udah tahu itu. Jadi, sekali lagi kamu ngomong gitu, aku yang bakal potong lidah kamu. Ngerti?" Nala tidak mengira Ashton semarah itu. Ia menganggukkan kepala dengan gugup. Lebih baik menghindari perselisihan dengan orang seperti Ashton, apalagi Nala mengetahui dengan baik seperti apa kemampuan pemuda itu.
2.0K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 76 fois en tant que bar
Read
+Librairie
Exit

Exit

kataku, menanggapi jokes Laura. Laura tertawa pelan, raut wajahnya mulai kembali normal tidak sesuram tadi, tidak semurung tadi ketika di toilet—apa karena bau toilet mempengaruhi gadis kebule-bulean di sampingku ini, ya. Sepertinya bercanda seperti tadi membuat perasaan anak itu sedikit membaik, dari pada hanya diam dan menduduk saja, rasanya leherku yang malah merasakan pegal, Laura tidak sama sekali keberatan. Sebuah buku bersampul seperti wahana bianglala, tapi yang ini hanya lingkaran yang digabung dengan segitiga sebagai kakinya, ada empat bentuk seperti itu dengan seorang gambar pria mengitari setiap bentuk, sampulnya berwarna kuning dengan judul berbah
102.6K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 71 fois en tant que bar
Read
+Librairie
Dernier
123456
...
10
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status