Scarlet
Baginya hukuman yang akan dia terima sudah sering terjadi, tubuhnya bahkan seakan merindukan rasa sakit yang menyiksa kulitnya itu.
Scarlet menutup matanya, menunggu cambukkan besi yang akan di rasakan oleh tubuhnya lagi. Saat satu cambukkan menepis bagian belakangnya, mata Scarlet terbuka menatap layar yang masih menampilkan wajah bosnya. Dia menahan rasa perih yang merobek kulitnya, namun tak ada suara teriakan yang keluar dari mulutnya. Setiap cambukkan yang dia terima seakan membungkam mulutnya, tubuhnya bahkan bergetar menahan rasa perih dari cambuk besi itu. Sesekali lututnya tertekuk menahan tubuhnya sendiri, rantai besi yang menahan pergelangan tangannya agar terentang menjadi topang
Bab Populer