Cahaya Biru
Dia mengulurkan sebuah kotak bekal berwarna cerah ke arah Biru.
Biru, yang sedari tadi sibuk dengan bukunya, hanya melirik sekilas ke arahku, seolah mencari persetujuan atau mungkin dukungan. Aku, yang merasa cemburu namun berusaha menyembunyikannya, hanya bisa diam seribu bahasa.
"Nggak papa," sahut Biru dengan nada datar, seolah tidak terpengaruh oleh manuver Anggia.
인기 회차