Air Mata di Antara Bunga
Namun kini aku sadar, yang dulu kuanggap cinta… ternyata hanyalah penebusan dosa, sekaligus rantai untuk mengikatku.
“Oh ya, gimana kalau kita ke rumah baru, dekorasi kamar pengantin kita?” Rangga memotong lamunanku.
Aku hanya bisa mengangguk.
Rumah itu berada di barat kota, sebuah vila mewah yang dulu membuatku terpesona.
Rangga bilang rumah ini dipilih sesuai seleraku.
Namun berbeda dengan kunjungan pertama yang penuh tawa, kali ini hawa dingin menusuk saat aku melangkah masuk.