Duka Cita
“Cita …”
“Ya, Mas?”
“Aku kangen.” Arya meletakkan rotinya di piring, lalu mengacak-acak rambutnya. “Pak Pras itu bikin stres!”
“Pak Pras atau papaku yang bikin stres?” Cita ingin tertawa, tetapi sungguh tidak tega ketika melihat wajah Arya. Dua bulan belakangan ini, Arya diminta untuk ikut bergabung dalam perusahaan yang diprakarsai oleh Harry dan Pras. Perusahaan yang diberi nama Sagara Citra itu, bahkan sudah lebih dulu berkembang pesat dari pada milik Arya di Surabaya. Karena itulah, Arya terkadang merasa tertekan karena melihat perusahaan yang baru dibangun Harry, bisa langsung berkembang demikian cepat daripada miliknya.
인기 회차