Pagi yang Enggan Kembali
Tanpa disadari, sepertinya dia sedang mencari penguat alasan untuk pulang ke Semarang.
“Nah!" timpalnya cepat, nadanya meninggi. Ia seperti baru saja menemukan poinnya. "Sudahlah, Nak, kamu balik saja kesini," bujukan itu makin kuat. “Ibu kangen juga sama cucu ibu,” lanjutnya. “Ibu dan bapak sudah tua. Kalau bukan kalian anak-anak kami yang menemani, siapa lagi? Sudah dua tahun kalian tak pulang satu kali pun. Ibu mohon, Nak."
“Nanti Ria pikirkan lagi, ya, Bu."
인기 회차