ISTRIMU TERNYATA SULTAN
Rangga merangkul bahu Berlin.
"Dan istri gue," Rangga menatap Berlin bangga. "Dia nggak butuh cowok yang wangi parfum mahal tapi hatinya busuk. Dia butuh cowok yang siap kotor-kotoran masuk gorong-gorong demi bersihin nama baik keluarga."
Berlin tersenyum, mengambil alih mic untuk kalimat penutup.
"Buat semua yang nonton," kata Berlin menatap lensa kamera. "Seni itu indah. Lukisan itu mahal. Tapi kejujuran? Itu barang antik yang nggak ternilai harganya."