Ibuku Bukan Wanita Biasa
Lanjutnya seraya melirik pada Gean.
Martin membuka risleting jaketnya, mengeluarkan sebuah berkas beramplop coklat. Dia lemparkan ke atas meja.
"Bukalah, niscaya kau akan tercengang dengan isinya."
Gean segera menyambar amplop itu, membukanya dengan tergesa hingga robek dibagian sudutnya. Membaca kalimat yang tertera di sana satu demi satu.
Hingga pada bagian akhir, sudut bibirnya bergetar, dia meremas bagian ujung hingga tak berbentuk.