Pesona Ibu Susu Anakku
"Terima kasih ya, Pak. Karena Bapak selama ini sangat baik padaku. Tapi maaf sekali... karena aku nggak bisa membalas semuanya."
"Pasti bisa kok, Jen. Kata siapa nggak bisa." Bukan maksud ingin pamrih, tapi Bima memiliki maksud tertentu di sini.
"Caranya gimana?" Jenny mengerutkan dahinya. Dia lantas mendongakkan wajahnya, menatap Bima dengan ekspresi keheranan yang jelas terpancar dari matanya. "Oooohhh ... Bagaimana begini saja, Pak. Gaji bulan ini nggak perlu dibayar deh. Anggap saja itu balasan untuk kebaikan Bapak selama ini padaku"