Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Our Destiny

Our Destiny

Ceklek Wanita itu membuka pintu kamarnya, mendapati wajah panik putera satu-satunya yang dia miliki berdiri di depan pintu kamar miliknya. "Sean, kenapa kau bangun?" "Aku mendengar Ibu berteriak, apa yang terjadi padamu, Bu." Wanita cantik berusia 28 tahun bernama lengkap Kim Yoonhe atau akrab dipanggil Lizza itu mengusap helaian surai pekat milik puteranya dengan senyum menawan yang selalu ia tampilkan di depan anak semata wayangnya. Anak yang lahir di saat dirinya masih berusia belia.
9.93.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai destiny
Baca
+Pustaka
Revenge

Revenge

Kembali ke kamarnya. Gita membaca pesan itu, dan mengerti apa yang harus dilakukan. Dia menatap jendela dan langit malam tertangkap oleh matanya. Menatap bulan yang mengantung di sana. Ingatannya melayang kepada Bulan, adik yang dia bunuh dengan tangannya sendiri. Hanya sebuah ambisi. Menuruti keinginan orang yang bahkan tak peduli tentang orang lain.
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai destiny
Baca
+Pustaka
I'm Your Destiny

I'm Your Destiny

sahut Fizz, kakak pertama Chivas. "Ya, kau bohong. Siapa juga yang ingin menjebakmu? Lagipula Quila baru semalam mendarat dari Inggris dan menginap di sini, kau pasti yang telah menggodanya bukan?" tuduh Daisy, kakak kedua Chivas. Kedua kakak perempuan Chivas kompak menuduh adik bungsunya berbohong. Chivas menahan kesal, tanpa ia sadari tangannya mengepal di bawah meja.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai destiny
Baca
+Pustaka
DENDAM

DENDAM

Tapi jalan takdirku memang harus seperti ini, kami di pisahkan oleh maut. Tidak ada perselingkuhan yang berakhir bahagia, jika tidak terpisah hidup, maka bisa jadi terpisah oleh maut. Hanya yang paling aku sesali, kepergiannya yang begitu tragis dan menyisakan luka mendalam untukku seumur hidup. Terkadang, melihat Aisyah, aku seakan melihat Alena dalam dirinya. Pesan dalam cerita ini. Betapa banyak kita merindukannya, dia tidak akan pernah kembali.
1024.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 713 kali sebagai destiny
Baca
+Pustaka
PREDESTINATION

PREDESTINATION

Pip Resta keluar dari ruang bawah tanah untuk kembali ke kamarnya membersihkan diri dan menjernihkan pikirannya setelah membunuh Mark malam ini. satu hama sudah ia bereskan tersisa enam lagi menunggu ajal menjemput mereka. ***
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai destiny
Baca
+Pustaka
Ethereal

Ethereal

Hujan dan kuburan Ibunya lah yang menjadi saksi dari sumpah Tirtan hari itu. Dan semoga memang tak ada satu dewa pun yang bisa memisahkan mereka. "Selamat datang di Ethereal" Kini Wendy sudah berusia 24 tahun, sepenuhnya dewasa dan pulih dari keterpurukan. Wajah dan tubuhnya yang semakin menawan dan perawakannya yang mulai riang.
102.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai destiny
Baca
+Pustaka
A Choice

A Choice

Kebahagiaan keduanya semakin lengkap saat Destiny hadir dalam kehidupan mereka. Namun, kehidupan Destiny yang berwarna dan penuh kebahagiaan itu hanya bertahan hingga usianya mencapai 8 tahun, tepatnya saat di malam ulang tahunnya yang ke 8, segalanya mulai berubah.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai destiny
Baca
+Pustaka
Andromeda

Andromeda

Sementara tangan kanannya menahan tubuhku agar terus duduk di kursi. Komputer menyala dan Bima langsung membuka satu aplikasi game yang cukup terkenal. Selesai login dia duduk di sebelahku. "Ajak dong temen lo yang jago main," katanya menyalakan komputer yang satu lagi. Di basecamp ada sembilan unik komputer yang mendukung untuk memainkan game berat. "Yang mana?" "Ocean, yang jadi top global itu," katanya penuh harap padaku.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai destiny
Baca
+Pustaka
My Destiny Is You

My Destiny Is You

ucapnya menyemangati dirinya sendiri. Setelah meletakkan barang-barangnya di kamar. Laura mengelus potonya bersama Mamanya dengan gerakan pelan. Airmatanya kembali menetes. "Ma, aku harus bagaiamana sekarang?" Laura kembali menangis terisak. Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Ada pesan masuk dari nomor yang tidak dikenal. ["Besok belikan aku Hot Cappuccino!"]
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai destiny
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status