Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kejamnya Mulut Suamiku

Kejamnya Mulut Suamiku

Tanpa aba-aba, ia langsung menekan bibirnya ke bibir Rendra. Itu bukanlah ciuman yang lembut, manis, atau penuh kasih sayang. Itu adalah ciuman yang ganas, kasar, dan memaksa. Casandra menekan bibirnya begitu kuat hingga terasa menyakitkan, seolah ingin menelan seluruh wajah Rendra ke dalam dirinya. Ia menggerakkan bibirnya dengan liar, bergesekan dengan kasar, bahkan sesekali menggigit bibir bawah Rendra dengan giginya yang tajam, membuat rasa perih seketika menjalar. Ia tidak memberi ruang bagi Rendra untuk bernapas, tidak memberi waktu bagi pria itu untuk bereaksi. Lidahnya bahkan mencoba memaksa masuk ke dalam mulut Rendra dengan kekuatan yang nekat, seolah sedang bertarung melawan sesua
422 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai dinding mulut terasa kasar
Baca
+Pustaka
Kupu-Kupu Malam Tuan Muda Cahya

Kupu-Kupu Malam Tuan Muda Cahya

"Uggh ...." Suara yang keluar terdengar sangat serak dan lirih. la seperti habis menelan seribu jarum pentul. Rasa sakitnya menikam seluruh bagian mulut dan tenggorokan Tamara. Ia pun merasa haus dan kering. Otaknya berpikir keras untuk mencari tahu penyebab tenggorokannya tidak enak.
654 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai dinding mulut terasa kasar
Baca
+Pustaka
Racun Mulut Tetangga

Racun Mulut Tetangga

balas bu Arum. Acara ulang tahun sudah selesai. Kini tinggal racun mulut tetangga yang bertebaran di kalangan ibu-ibu syirik kaum mendang mending. Aku masih menantikan suara mulut tetangga yang penuh dengan racun kedengkian. "Alah kok bingkisannya nggak seheboh organ tuanggalnya, hanya nasi bento sama jajan ciki seribuan," ucap bu Mutia.
1042.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai dinding mulut terasa kasar
Baca
+Pustaka
Dijual Ayah Tiri pada CEO Duda Killer

Dijual Ayah Tiri pada CEO Duda Killer

Perut rasanya seperti diaduk dengan cepat. Semua isi perut tiba-tiba ke luar tanpa sisa. Sarapan pagi roti bakar dan kopi pahit juga ikut ke luar. Sampai mulut dan air liur terasa sangat pahit. "Apakah Abang masuk angin?" tanya Raline sambil mengusap tengkuk Eddriz dengan lembut. "Tidak, Ra mulut Abang pahit banget." "Ayo duduk lagi, nanti Ra mintakan teh hangat untuk Abang!"
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai dinding mulut terasa kasar
Baca
+Pustaka
PENGAKUAN ANAKKU

PENGAKUAN ANAKKU

air mata mengucur deras, area wajah begitu pedih, saat satu tamparan mendarat keras di mulutku. "Sial, ternyata selain jual daging mentah. Kau pun tidak bisa menjawab!" rutuknya begitu bengis. "Huhu ..." aku menangis tersedu-sedu sambil memegani mulut. Rasa sakitnya seperti terbakar, bibir dan hidung seakan pecah akibat serangan brutalnya. "Si-apa ka-mu ..." rintihku sambil meringkuk sakit.
10145.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai dinding mulut terasa kasar
Baca
+Pustaka
Menjaga Adik Sahabatku

Menjaga Adik Sahabatku

Lebih-lebih, saliva yang mereka telan bukan seperti air, melainkan menyerupai pasir-pasir di gurun, kering dan menyakitkan dada. Davian tertawa dengan bulir air mata berjatuhan di wajah, tubuhnya diputar, jemu. Lelaki itu menghela napas sambil memutar lidah dalam mulut, dari pergerakan itu dia selipkan aksi menyugar wajah sampai menyisir rambut dengan gerakan kasar.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai dinding mulut terasa kasar
Baca
+Pustaka
Petaka Dua Garis

Petaka Dua Garis

Mulutnya terasa kasar dan tajam. "Auw! Sakit!" Aku berteriak kecil sembari meringis. "Tuh, kan! Istri saya, Sus! Dia pasti kenapa-napa!" Mas Yazid bereaksi agak berlebihan. Teriakannya malah membuatku syok. "Tidak apa-apa, Pak. Ini penyesuaian." "Mas, aku nggak apa-apa!" Aku mendelik ke arah Mas Yazid. Jengkel dengan reaksinya yang membuatku malah malu tersebut.
1032.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai dinding mulut terasa kasar
Baca
+Pustaka
DERRENT FAMILY : SHADOW OF THE PAST

DERRENT FAMILY : SHADOW OF THE PAST

Rasanya seperti mengigit sesuatu yang tidak seharusnya dikunyah, itu kasar dan kering. Ken menahan mual karena rasanya yang aneh, hampir saja memuntahkan tanduk yang dengan susah payah dikunyah. Ia menutupi mulutnya dengan tangan untuk mencengahnya muntah, menahan sekuat tenaga saat tenggorokannya tertutup rasa menjijikkan. Dan mempercepat proses pengunyahan. Namun tanduk ini berubah menjadi serbuk lengket dan menggumpal di giginya, hingga lidah Ken kesulitan untuk melepaskannya.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai dinding mulut terasa kasar
Baca
+Pustaka
Pusaka Idaman Gadis Desa

Pusaka Idaman Gadis Desa

Sensasi kulit bertemu kulit itu membuat Rini terkesiap, mengeluarkan desahan halus yang tertahan di tenggorokan. Secara perlahan namun pasti, Tresna mulai menekan masuk. Helm gatotnya yang lebar dan licin oleh cairan bening itu mulai memaksa melewati barisan gigi Rini yang rapi. Begitu kepala pusaka itu masuk, Rini langsung tersedak. Matanya terbelalak kaget saat merasakan rongga mulutnya mendadak penuh sesak oleh benda asing yang sangat keras dan hangat. "Ughh... hmmpp..."
1046.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai dinding mulut terasa kasar
Baca
+Pustaka
Siapa Sang Kekasih

Siapa Sang Kekasih

Rambutnya masih acak-acakan khas bangun tidur, namun wajahnya sudah mengkerut kaku; cairan bening seolah meleleh dari mulutnya dan tersangkut di dagunya yang sedikit ditumbuhi bulu tipis. Mengusap mulutnya dengan air mengalir, pria itu jelas ingin menghilangkan bekas menjijikkan itu, tapi sekalipun ia membilas mulutnya dengan bersih, rasa pahit terus saja mengikuti lidahnya. "Sialan," Desisnya sambil mencengkram pinggiran wastafel dengan kuat.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai dinding mulut terasa kasar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status