SUAMIKU CEO BUTA
Mengapa mulutku ini seperti pisau?
"Saya akan menyelesaikan sisanya. Anda pulang saja Tuan," kata Hanggara.
"Baiklah, selesaikan dengan baik," ucapku dengan gelisah setengah mati.
Cepat-cepat aku langkahkan kaki masuk apartemen.
Brakk!
Aku mendorong pintu sangat berlebihan hingga menabrak tembok.
"Ani, hey Ani, Ani ...," teriakku agar dia dengar aku sudah pulang