Godaan Ibu Kos Cantik
ucap wanita itu dengan senyum melengkung malu-malu.
Dimas terperangah, tersentuh bahwa Karina, wanita yang dipilihnya, ternyata lebih dari sekedar Karina yang dia kenal. Wanita itu, tanpa diduga punya cita-cita yang mulia. Dan kenyataan itu tentu membuat Dimas bangga. Senyumnya perlahan merekah.
“Ide bagus. Kamu mau aku bantu?”
“Boleh.” Karina mengangguk. Lalu mendaratkan wajahnya di dada Dimas. “Tapi besok ya. Sekarang, aku ngantuk banget, Dim.”