Terpaksa Menikahi Janda
“Dasar bo---, “ umpatku terhenti saat melihat Jamilah dengan baju kemeja putih yang sudah basah kuyup melekat pada tubuhnya. Membuat pakaian dalam wanita itu tercetak sempurna di sana. Pikiranku menjadi berkeliaran dengan berbagai bayangan kotor, “uh, selalu saja seperti itu, aku selalu saja terpancing dengan hal seremeh itu. “
“Tuan, “ Jamilah menegakkan tubuhnya menghadap kepadaku dan benar saja baju putih yang telah basah oleh air hujan membuat bagian tubuh depan Jamilah tercetak sempurna di sana. Dua gunung kembar dengan penutup berwarna merah menyala menantang pemandangan seolah ingin aku segera mendakinya.
“Tuan, kenapa Anda kemari? “ Kalimat Jamilah tidak berhasil membuyarkan pikiran