JANGAN GANTUNG MUKENAH DI BALIK PINTU
"Dalam mimpi, burung itu mengeluarkan kotoran, tapi kotoran yang menetes adalah genangan darah. Eyang mau menangkapnya, melompat sampai tubuh Eyang merasa ringan seperti kapas. Tapi, burung kedasih itu sepertinya kaget, suara mengerikan keluar dari mulutnya. Seperti terlihat sangat ketakutan."
"Darah itu pasti firasat Rere akan dicelakai lagi, Yang. Imel takut. Mimpi beruntun yang datang juga seperti sangat nyata. Imel melihat mimpi itu seperti memang sudah pernah terjadi. Pocong, keranda, gadis di tengah sungai dan kematian. Semuanya sangat jelas dan terasa. Entah apa maksudnya," tuturku.
Eyang mengangguk pias, sebelum dirinya beranjak.