“Gue udah pesen salah satu unit di rumah vertikal Athena. Daerah Menteng.”
Batang hidung Tashi mengerut dengan bibirnya yang mencucu—berusaha masuk ke dalam mulut. Lacy mengangkat satu alisnya seolah bertanya ‘Kenapa lo ngelihatin gue begitu?’ Ekspresi terganggu Tashi sirna digantikan senyum manis dibuat-buat sebelum perempuan itu berucap, “Karma ternyata beneran nyata, dulu Arte yang ngejar-ngejar lo, sekarang lo yang ngejar-ngejar.”
Halo, teman-teman. Selamat datang di novel terbaruku. Novel ini kubuat dalam rangka lomba menulis, dengan tema: "Haruskah Aku Menjadi yang Kedua."
Tinggalkan jejak komentarmu ya...
Yuk, dukung novel ini dg kasih vote :)
Thx.
Happy reading...
Indah Suwarni
aku kira sama Presdir lagi tapi balikan ke mantan ,kok aku kecewa ya......,padahal si Presdir red flag,aku berharap si anak cewek bukan anaknya Nathan .aku maraton baca ini.
bagus kok alur nya.emosinya dapet.
Sharon segera menyodorkan air mineral botol yang ia beli sebelum bel masuk.
“LO INGET BU SARAH?” Teriak Gideon spontan.
Sharon reflek menutup mulut Gideon karena sungguh suara Gideon hampir menyaingi bunyi microphon bapak kepala sekolah.
Sharon tak kalah kaget sebenarnya. “Lo… kok bisa ingat sama Bu Sarah???”
“Gak tau… sumpah gue kira gue doang yang inget bu Sarah.” Jawab Sharon.