HURT
Semua tentang Hana masih terpatri jelas di ingatannya dan semua itu kini menjadi bumerang yang menghancurkan dirinya secara perlahan.
++++
“Ma-maaf saya datang terlambat,” ucap Ae Ri dengan napas tersengal-sengal begitu berhadapan dengan Sung Jae. “Sa-saya .... Uhuk! Uhuk!” Ae Ri terbatuk-batuk.
Melihat itu, Sung Jae segera menghampiri Ae Ri. Direngkuhnya bahu Ae Ri dan dibimbingnya duduk. “Tidak apa-apa, tidak apa-apa. Tenangkan dirimu, Ae Ri-ssi. Tarik napas dan embuskan perlahan.” Sung Jae memberi instruksi dengan sabar. “Ya, seperti itu. Bagus.”
Bab Populer