Rahim Kedua
Antara yakin tidak yakin, namun inilah motel yang sudah disewa oleh Aliya sebelumnya melalui telepon.
“Kamu yakin ini tempatnya?” tanya Ruby ragu-ragu. Hotel kecil di depannya itu tampak sedikit menyeramkan. Atau tidak, bangunan itu memang benar-benar terlihat menyeramkan baginya.
“Hmm, Hotel Delima. Yah, apa yang bisa kita harapkan dari hotel lima puluh ribu ini,” kekeh Aliya. “Ayo masuk.” Aliya berjalan masuk terlebih dulu disusul oleh Ruby di belakangnya. Ketika mereka masuk, keadaan di dalam sana begitu remang-remang karena minimnya pencahayaan. Bahkan mereka melihat pasangan kekasih masuk dan keluar dari hotel kecil itu.
인기 회차