Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jika Waktu Berakhir

Jika Waktu Berakhir

ujar Iskha sambil mulai meraih remote lalu menghidupkan televisi. “Yah, gimana Mama nggak kepo? Kamu sejak dari tadi senyam-senyum sendiri. Iya kalau lihat acara lawak di tv. Ini nggak lihat apa-apa senyam-senyum sendiri. Mama khawatir kalau anaknya sudah senewen,” jawab mamanya. Iskha tertawa. “Nggak kok ma. Nggak. Aku baik-baik saja. Mama nggak perlu khawatir deh.”
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 199 kali sebagai isekai mama
Baca
+Pustaka
Delia (Gadis Pengagum Senja)

Delia (Gadis Pengagum Senja)

Keesokan Harinya “Iya Bu kami baik-baik aja di sini” Ucap Mama Damar di telpon, Nenek Damar dari jauh akan berkunjung karena sudah lama sekali mereka tak pernah bertemu. Apalagi setelah Papa Damar bangkrut ia tak pernah di izinkan untuk bertemu dengan Ibunya sendiri, Karena Papa Damar tak begitu menyukai sosok mertuanya itu. Setelah bangkrut Papa Damar meminta modal Pada mertuanya namun bukannya di beri ia malah di maki-maki karena kebiasaan Papa Damar yang suka berjudi. Hal inilah yang membuat Papa Damar begitu sakit hati.
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai isekai mama
Baca
+Pustaka
Beautiful Fault

Beautiful Fault

“Mama tau, kau snagat tersiksa. Mama hanya memilikimu sebagai anak dari Ismeth Sener, Papamu.” “Kau adalah kebahagiaan yang kami punya sejak dulu dan sekarang? Bagaimana aku bisa bahagia jika kau tidak bisa terlihat berseri seperti dulu.” Can tertunduk lemah. “Aku sudah mengatakannya, jika aku masih dan akan tetap mencinta Ayse sampai kapan pun, Mama.” “Sebanyak apa pun kebersamaanku dengan Akira, perasaanku tidak akan pernah berubah untuk Ayse.”
9.711.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 380 kali sebagai isekai mama
Baca
+Pustaka
AMORAGA

AMORAGA

"Enggak Amora. Kamu gak jahat. Kamu hanya gak tahu. Laipula, Mama dan Ayah pasti senang lihat kamu tumbuh dengan baik. Kamu jadi anak yang cantik, Amora. Kamu mirip Mama." Keduanya saling melepas rindu. Raga ikut tersenyum karena berhasil mempertemukan Amora dengan keluarganya. Tak lama, ponsel Raga berdering. Raga pamit keluar untuk mengangkat telepon. "Halo, kenapa, Ka?" tanya Raga saat tahu sang penelepon adalah Saka, temannya. "Gawat, Ga. Markas baskara hancur. Gue sama yang lain baru dikasih tahu Ethan, kalo Jeha sama anak buahnya yang ngelakuin itu."
109.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 306 kali sebagai isekai mama
Baca
+Pustaka
MENANTU PILIHAN MAMA

MENANTU PILIHAN MAMA

panggil Riza “Kenapa, Pa?” “Maaf, jika Papa dan Mama baru memberitahu kamu tentang hal ini sekarang. Dengan pertemuan ini Papa dan Mama ingin menjodohkan kamu dengan Melody, putri dari Om Ardan dan Tante Gita!” Deg Justin terkejut mendengar pernyataan orang tuanya. Kedua tangannya terkepal kuat, wajahnya memerah menahan amarah, sudah pasti ia tidak setuju dengan keputusan kedua orang tuanya.
808 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai isekai mama
Baca
+Pustaka
Terjerat Gairah si Om Suami

Terjerat Gairah si Om Suami

Siska menggigit bibir bawahnya, mencoba menahan getaran tubuhnya. “Aku… aku cuma… kadang… ngerasa Jena tuh… terlalu ikut campur. Terlalu berani banget ngelawan aku dan Mama kamu." Ibas menyipit. “Dan itu cukup buat kamu benci dia?” “Aku nggak benci!” potong Siska cepat, nyaris panik. “Aku cuma… nggak nyaman…” “Nggak nyaman sampai Mama dan kamu bisa pake itu buat nyudutin dia?”
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai isekai mama
Baca
+Pustaka
Tetanggaku Maduku

Tetanggaku Maduku

terang Ambu sambil berjalan beriringan menuju ruang makan. Aku tersenyum. Kedatangan mereka langsung kusuguhkan dengan makanan yang sedari pagi sudah menunggu. Untunglah cepat datang, jadi masih hangat dan nikmat untuk disantap. "Maaf, Ambu. Ada masalah kecil di sini, jadi Ayu gak sempat mengabari," timpalku, beralasan. Ambu kembali menyunggingkan senyumannya. Sikapnya yang hangat membuatku teringat almarhumah Mama. Aku menganggapnya Ibu sendiri, karena memang kemiripan banyak sekali di antara mereka.
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai isekai mama
Baca
+Pustaka
Rahasia Ibu Mertuaku

Rahasia Ibu Mertuaku

sahut sang ibu. Agung mencuri dengar percakapan ibu dan anak itu. Ia bergidik ngeri melihat sosok ibu Wati, yang terlihat seperti manusia biasa pada umumnya, padahal dalam dirinya bersemayam sosok iblis yang membuat dirinya menjadi kepala tanpa badan, sang penghisap darah para ibu melahirkan, bayi dan ibu hamil.
1014.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 319 kali sebagai isekai mama
Baca
+Pustaka
JODOH PILIHAN MAMA

JODOH PILIHAN MAMA

“Mas, ini Mama...” Sarah datang mendekat dengan seorang wanita paruh baya yang perawakan sedikit gemuk, jauh dari bayangan Aditya. Semula, pemuda itu membayangkan kalau mama Sarah tentulah mirip sosialita. “Selamat siang, Tante,” sapa Aditya seraya menyalami mama Sarah. Wanita itu hanya mengangguk, tanpa berucap sepatah kata. Bahkan, roman mukanya pun hanya dingin.
1044.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai isekai mama
Baca
+Pustaka
Suami Anak Mami

Suami Anak Mami

hiburku, mengusap rambutnya dengan lembut. "Lebih seru sama mama mainnya!" cebiknya lucu. "Papa mana, Ma?" tanyanya polos. "Apa sudah pergi kerja lagi?" Aku hanya tersenyum menanggapinya dan merentangkan kedua tanganku meminta dipeluknya. Raisa pun berbaring di sampingku, memelukku. Aku menahan air mataku agar tidak tumpah. Raisa tidak boleh tahu mamanya sedang terluka.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai isekai mama
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status