Cinta Perlahan Sang Pengacara
“Artinya apa itu?”
“Entah, menurut kamu apa?”
“Kesepian?”
Pram mengerutkan hidung dengan menggemaskan sambil berpura-pura berpikir. “Boleh juga, tafsir bebas.”
“Kamu sendiri taruhnya di paling pojok pasti punya makna mendalam. Kalau ini.” Shea melirik ke kiri. Ke sebuah lukisan yang ukurannya lebih kecil, dengan dominasi warna merah bata dan hitam. Goresannya lebih rapi, simetris, dan kelihatan seperti pola berulang, semacam labirin modern. Lukisan yang pertama langsung menarik perhatian Shea. “Aku lihatnya kayak wallpaper rumah sakit jiwa.” Dia menyeletuk sambil mendekat.
인기 회차