Salah Kamar
Ia tidak protes, saat Taka tetap meletakkan tangan kiri di atas perutnya, lalu tangan kanan menyantap baso dengan lahap.
Arum bolak-balik melihat jam di dinding yang sudah pukul sembilan malam. Ponsel Taka tidak aktif, padahal tadi saat menelepon Taka sore hari, ponselnya masih aktif. Kakinya yang sudah mulai bisa digerakkan, membuat Arum sebentar duduk, sebentar berdiri, sambil menatap ke jendela. Ia khawatir ada orang jahat yang mengganggu adiknya. Tahu sendiri, angka kejahatan di Jakarta semakin tinggi.
Mulai dari begal motor, merampas motor dengan hipnotis, dan masih banyak kejahatan lainnya di luar sana yang membuat Arum khawatir akan adiknya.
Hot Chapters