Suami Perkasa
Sasa mendekat, mencondongkan tubuhnya, lalu berbisik namun cukup keras untuk didengar jelas, “Aku yang akan menikmatinya sampai puas. Seumur hidupku.”
Sukma menarik napas panjang. “Kamu puas menghina aku, Sasa?” tanyanya dengan suara bergetar namun tegas.
“Ini bukan hinaan, tante.” jawab Sasa cepat, pura-pura polos. “Ini ucapan terima kasih. Sungguh.”
Namun tatapannya penuh ejekan, membuat Sukma merasa dadanya sesak.
---
Bab Populer