Kyraka
kata preman yang ketiga itu.
Kyra menggeram rendah. "Kalian nggak tahu berurusan sama siapa, hah?" Tak ada ekspresi ramah di wajah Kyra. Hanya ada tatapan dingin yang mengintimidasi.
"Hoi!"
Perhatian Kyra teralihkan pada seruan seorang lelaki dari arah belakangnya, arah kampusnya. Kyra memiringkan sedikit tubuhnya, lalu menoleh ke sana. Ia melihat seorang lelaki dengan pakaian warna gelap, rambut panjang yang dikuncir setengah di belakang, dan memiliki aura yang terasa gelap dan kelam. Saat diamati baik-baik, Kyra ingat wajah itu. Dia senior di fakultas lain, tapi sangat terkenal se-institut ini. Dia Dewa Kegelapan, Raka Akmana.
Hot Chapters